Dokter Ungkap Gejala Kanker Paru yang Sering Diabaikan Orang

7 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Banyak orang menganggap batuk berkepanjangan sebagai masalah ringan. Namun, dokter mengingatkan kondisi ini bisa menjadi sinyal awal penyakit serius, termasuk kanker paru-paru.

American Cancer Society menjelaskan, kanker paru merupakan penyebab kematian tertinggi akibat kanker, bahkan melampaui gabungan kanker prostat, payudara, dan usus besar setiap tahunnya.

Dokter spesialis onkologi, David Yashar, menyebut tanda paling umum kanker paru adalah batuk yang tidak kunjung sembuh.

"Jika batuk berlangsung lebih dari dua hingga tiga minggu dan tidak membaik meski sudah diberi obat atau antibiotik, sebaiknya segera periksa ke dokter," ujarnya dikutip Prevention, Kamis (2/4/2026).

Batuk kronis ini sering dianggap sepele, padahal bisa menjadi indikasi awal adanya gangguan serius di paru-paru. Sementara itu, dokter paru Jimmy Johannes menjelaskan, kanker paru kerap tidak menimbulkan gejala pada tahap awal.

Akibatnya, banyak kasus baru terdeteksi saat kondisi sudah cukup lanjut. Beberapa gejala lain yang perlu diwaspadai antara lain batuk berdarah, penurunan berat badan tanpa sebab, nyeri dada dan sesak napas.

Namun, gejala-gejala tersebut juga bisa disebabkan penyakit lain, sehingga sering kali tidak langsung dikaitkan dengan kanker paru.

Sebagian besar pasien kanker paru berusia di atas 65 tahun. Faktor risiko terbesar tetap berasal dari kebiasaan merokok, yang bisa meningkatkan risiko hingga 30 kali lipat.

Selain itu, paparan gas radon atau gas alami yang tidak berwarna dan tidak berbau juga menjadi salah satu penyebab utama, menurut Centers for Disease Control and Prevention. Dokter menyarankan untuk tidak menunda pemeriksaan jika gejala berlangsung lama, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat merokok.

Untuk memastikan diagnosis, biasanya diperlukan pemeriksaan lanjutan seperti rontgen dada hingga CT scan guna mendeteksi adanya benjolan atau massa di paru-paru. Deteksi dini menjadi kunci penting, karena semakin cepat kanker paru ditemukan, semakin besar peluang pengobatan yang efektif.

(hsy/hsy)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |