Danantara Ungkap Alasan Mayoritas Pemenang Tender WTE Asal China

8 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) mengungkapkan alasan penetapan 8 perusahaan yang memenangkan proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) atau Waste-to-Energy (WtE) berasal dari China.

MD Stakeholders Management & Communications Danantara Indonesia Rohan Hafas mengatakan, alasannya karena negara China memiliki karakteristik masyarakat dalam membuang sampah yang sama dengan Indonesia.

"Dibanding negara maju banget gitu kita (cara membuah sampah) agak mirip sama China," ujarnya di Wisma Danantara Jakarta, Kamis (9/4/2026).

Menurutnya, karakteristik sampah yang diolah mempengaruhi teknologi yang digunakan. Sebab, masyarakat Indonesia dalam membuang sampah Indonesia tidak dipilah atau tercampur.

"Jadi mereka bagus karena sampahnya sejenis kita. Banyak, ada bantal-guling juga di dalam situ, kurang lebih seperti itu lah ya," ungkapnya.

Rosan mengungkapkan lebih jaih, teknologi yang digunakan oleh perusahaan China dapat melakukan pembakaran semua jenis sampah secara langsung tanpa membutuhkan proses pemilahan.

"Dengan energi panas sekian, lumer semualah tuh sampah basahnya ikut langsung kering. Kayak laundry kita, pengeringnya kita style yang paling kering gitu lah," ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Lead of Waste-to-Energy/Director of Investment at Danantara Investment Management, ⁠Fadli Rahman mengatakan, hasil pembakaran insinerator milik perusahaan penyedia teknologi dari China lebih bersih atau tidak ada uap abu di udara.

"Setelah pembakaran pun itu kan ada uap-uap, ada abu, abu yang abu dasar maupun abu terbang. Itu akan ditangkap dan sisa dari abu tersebut akan disaring berkali-kali lipat, sehingga udaranya keluar itu justru akan lebih bersih dari mohon maaf, dari udara di beberapa lokasi kita," jelasnya.

Adapun 8 perusahaan pemenang tender mayoritas dari China, antara lain, Chongqing Sanfeng Environment Group Corp., Ltd, Wangneng Environment Co., Ltd, dan Zhejiang Weiming Environment Protection Co Ltd. Lalu, SUS Indonesia Holding Limited, China Conch Venture Holding Limited, dan PT Jinjiang Environment Indonesia.

Sementara, dua perusahaan lainnya berasal dari Prancis yaitu Veolia Environmental Services Asia Pte Ltd, dan perusahaan asal Jepang yakni Mitsubishi Heavy Industries Environmental and Chemical Engineering.

Director of Investments Danantara Investment Management Fadli Rahman (kiri) dan Managing Director Stakeholders Management Danantara Indonesia Rohan Hafas (tengah) dalam acara Coffee Session Waste To Energy di Wisma Danantara, Jakarta, Rabu (9/4/2026). (CNBC Indonesia/Romys Binekasri)Foto: Director of Investments Danantara Investment Management Fadli Rahman (kiri) dan Managing Director Stakeholders Management Danantara Indonesia Rohan Hafas (tengah) dalam acara Coffee Session Waste To Energy di Wisma Danantara, Jakarta, Rabu (9/4/2026). (CNBC Indonesia/Romys Binekasri)
Director of Investments Danantara Investment Management Fadli Rahman (kiri) dan Managing Director Stakeholders Management Danantara Indonesia Rohan Hafas (tengah) dalam acara Coffee Session Waste To Energy di Wisma Danantara, Jakarta, Rabu (9/4/2026). (CNBC Indonesia/Romys Binekasri)

(dce) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |