China Diam-diam Pasok Senjata Canggih ke Iran, Amerika Buka Suara

2 hours ago 6

Jakarta, CNBC Indonesia - China diklaim diam-diam memasok alat pembuat chip canggih untuk militer Iran. Hal ini diungkap dua pejabat pemerintah Amerika Serikat (AS) pada Kamis (26/3) waktu setempat.

Laporan ini memicu pertanyaan tentang peran China dalam perang yang masih berlanjut antara AS-Israel melawan Iran. Adapun pemasok alat pembuat chip canggih asal China yang dimaksud adalah SMIC.


SMIC merupakan produsen chip terbesal asal China. Raksasa tersebut juga sudah mendapat sanksi bertubi-tubi dari pemerintah AS atas dugaan keterkaitan dengan militer AS.


Dalam laporan terbaru yang dikutip dari Reuters, Jumat (27/3/2026), SMIC dikatakan mulai mengirim tool pembuat chip ke Iran sekitar setahun lalu. Pejabat pemerintah AS mengatakan kemungkinan besar praktik pengiriman tool chip tersebut masih berlanjut hingga sekarang.

Pejabat AS menambahkan kolaborasi antara SMIC dengan militer Iran juga diduga termasuk melakukan pelatihan teknis untuk teknologi semikonduktor SMIC.

Para pejabat AS yang memberikan informasi ke Reuters meminta identitasnya dirahasiakan. Mereka tidak menyebutkan apakah peralatan tersebut berasal dari AS, yang kemungkinan besar akan membuat pengiriman ke Iran menjadi pelanggaran sanksi AS.

SMIC, Kedutaan Besar China di Washington, dan juru bicara untuk misi Iran di PBB, tidak segera merespons permintaan komentar dari Reuters.

Pemerintah China sebelumnya menegaskan bahwa mereka melakukan perdagangan komersial normal dengan Iran. SMIC, yang dimasukkan ke dalam daftar hitam perdagangan pada tahun 2020 yang membatasi aksesnya ke ekspor AS, telah membantah tuduhan bahwa mereka memiliki hubungan dengan kompleks industri militer China.

China belum secara formal mengumumkan keberpihakannya dalam konflik di Timur Tengah. Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, pada pekan ini meminta semua pihak yang terlibat untuk mengambil peluang dalam memulai pembicaraan perdamaian secepat mungkin.

Tuduhan terbaru terkait keterlibatan SMIC dalam militer Iran mengancam akan meningkatkan ketegangan antara Washington dan Beijing ketika AS melancarkan perang melawan Teheran dan ketika AS berupaya untuk mencekik industri chip canggih China.

Reuters melaporkan bulan lalu bahwa Iran hampir mencapai kesepakatan dengan China tentang pembelian rudal jelajah anti-kapal, tepat ketika AS mengerahkan kekuatan angkatan laut yang besar di dekat pantai Iran menjelang serangan terhadap negara tersebut.

Belum jelas peran apa yang dimainkan oleh peralatan pembuatan chip China dalam respons Iran terhadap perang yang dilancarkan oleh AS dan Israel pada 28 Februari lalu. Perang ini telah mengguncang pasar keuangan, memicu lonjakan harga minyak, dan memicu kekhawatiran inflasi global.

Salah satu pejabat mengatakan peralatan tersebut telah diberikan kepada "kompleks industri militer" Iran dan dapat digunakan untuk elektronik apa pun yang membutuhkan chip.

Washington telah berupaya untuk membatasi kemampuan China dalam membuat semikonduktor canggih melalui sanksi terhadap SMIC dan pembuat chip China lainnya, dengan tujuan untuk membatasi akses mereka ke peralatan pembuatan chip canggih dari pemasok AS terkemuka seperti Lam Research, KLA, dan Applied Materials.

Sanksi terhadap SMIC telah dimulai sejak pemerintahan Biden pada 2024 lalu. Pemerintahan Biden memutus akses pabrik tercanggih SMIC dari impor AS setelah pabrik tersebut memproduksi chip canggih untuk ponsel Huawei Mate 60 Pro, seperti yang dilaporkan Reuters.

(fab/fab)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |