Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkap hantavirus sebenarnya bukan penyakit baru di Indonesia. Pemerintah menyebut keberadaan hantavirus di Tanah Air sudah terdeteksi sejak 1991, meski hingga kini belum ditemukan penularan tipe berbahaya seperti yang terjadi pada kasus kapal pesiar MV Hondius.
Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes dr. Andi Saguni menjelaskan, hantavirus memiliki sekitar 50 strain dan 24 di antaranya dapat menginfeksi manusia. Di Indonesia jenis hantavirus yang selama ini ditemukan merupakan tipe HFRS (Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome), berbeda dengan tipe HPS (Hantavirus Pulmonary Syndrome) yang muncul dalam kasus kapal pesiar MV Hondius.
"Virus ini memiliki 50 strain. Dan di antaranya 24 strain yang dapat menginfeksi manusia, dan sampai sejauh ini, melalui pemeriksaan PCR, itu yang jenis daripada hantavirus tersebut adalah tipe HFRS. Beda dengan HPS yang terjadi di kapal pesiar Hondius tersebut," kata Andi dalam konferensi pers daring, Senin (11/5/2026).
Hantavirus tipe HFRS tersebar di Eropa dan Asia. Di Indonesia, jenisnya di antaranya Hantaan Virus, Puumala Virus, Seoul Virus. Binatang pembawa penyakit ditemukan di daerah perkotaan (tikus got) da di area semi-alami dan pertanian di Eropa dan Asia (mencit ladang bergaris).
"Berdasarkan penelitian terdahulu kasus HFRS telah ditemukan sejak tahun 1991 di beberapa daerah di Indonesia," kata ia.
Kemudian, sambungnya, kasus konfirmasi HRFS yang terjadi di Indonesia seluruhnya adalah strain Seoul virus. Hantavirus pada tikus celurut, pada daerah penelitan 29 provinsi ditemukan pada tikus celurut melalui studi Rikhus Vektora.
Andi bilang, salah satu strain yang pernah ditemukan di Indonesia adalah strain seoul yang terdeteksi di Banten. Namun, strain tersebut hanya ditemukan pada tikus dan belum ada bukti penularan ke manusia.
"Yang untuk Serang itu hanya menginfeksi tikus saja. Jadi tidak terjadi penularan dari tikus ke manusia di Indonesia," katanya.
Kemenkes menyebut pengawasan terus diperkuat melalui surveilans di 21 rumah sakit sentinel penyakit infeksi emerging. Rumah sakit tersebut diminta waspada terhadap pasien dengan gejala yang mengarah pada hantavirus, terutama tipe HFRS yang dapat menimbulkan gejala demam berdarah disertai gangguan ginjal dan penyakit kuning.
Andi menjelaskan, selama ini pemerintah aktif melakukan pemantauan untuk memastikan gejala serupa bukan berasal dari hantavirus.
"Kalau tipe HFRS ini adalah bahwa dia kuning. Jadi jika ada pasien masuk di rumah sakit, kita melakukan surveillance," ujarnya.
Andi menjelaskan, ada beberapa perbedaan gejala yang ditimbulkan saat seseorang terinfeksi hantavirus jenis HPS dan HFRS. Gejala pada HPS di antaranya demam, nyeri badan, malaise atau lemas, batuk, dan sesak nafas. Masa inkubasi sekitar 1-8 minggu. Untuk tipe Andes Virus hingga 42 hari. Dengan Case Fatality Rate (CFR) 60 persen.
Sementara gejala HFRS di antaranya demam, sakit kepala, nyeri badan, malaise atau lemas, ikterik/jaundice (tubuh menguning). Masa inkubasi 1-2 minggu dengan Case Fatality Rate (CFR) 5 hingga 15 persen.
(hsy/hsy)
Addsource on Google
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477646/original/004491700_1768878450-IMG_3751_1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5471422/original/000633700_1768286512-IMG_3417_1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470160/original/093473700_1768198487-Web_Photo_Editor__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470425/original/077219800_1768205094-IMG_3373_1_.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5486757/original/019141800_1769602655-collage-1769596211664.png)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476556/original/026644100_1768790835-IMG_3690.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477935/original/012060500_1768886325-SnapInsta.to_615725260_18500994511075453_3550084569127070338_n.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481587/original/057603900_1769138835-IMG_4016_1_.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491115/original/080022400_1770084821-SnapInsta.to_625152096_18554994268033381_7306742263003952834_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5487481/original/032833700_1769666688-Screenshot_2026-01-29_125613.png)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482558/original/061677900_1769229471-IMG_4061_1_.jpeg)

