Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 405,1 poin atau 5,1% ke level 7.534,67. Sebanyak 778 saham turun, 136 tidak bergerak, dan 44 naik.
Nilai transaksi mencapai Rp 21,15 triliun, melibatkan 38,57 miliar saham dalam 2,44 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar pun semakin terkikis menjadi Rp 13.421 triliun.
Koreksi dalam IHSG seiring dengan beredarnya draf pengumuman lembaga pemeringkat global Fitch Ratings yang merevisi outlook atau prospek peringkat kredit Indonesia menjadi negative dari sebelumnya stable, namun tetap mempertahankan peringkat utang negara pada level BBB atau masih dalam kategori investment grade.
Dalam perkembangan lain, harga minyak dunia kembali melesat pada perdagangan Rabu (4/3/2026) pagi, seiring eskalasi konflik Amerika Serikat dan Israel dengan Iran yang mulai mengganggu produksi serta distribusi energi kawasan Timur Tengah.
Per pukul 10.00 WIB, mengacu Refinitiv, harga minyak mentah acuan global Brent Crude berada di level US$82,03 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) tercatat US$74,95 per barel.
Secara harian, Brent naik tipis dari posisi penutupan Selasa (3/3/2026) di US$81,40 per barel. Jika ditarik sepekan ke belakang, reli terlihat tajam. Pada 24 Februari 2026, Brent masih berada di kisaran US$70,77 per barel.
Minyak memanas seiring dengan Israel yang pada Rabu dini hari menyatakan telah meluncurkan "gelombang luas" serangan ke Iran yang menargetkan lokasi peluncuran rudal, sistem pertahanan, serta infrastruktur tambahan Iran.
Di front diplomatik, Trump juga memperluas ketegangan dengan sekutu-sekutu Barat. Ia mengancam akan memutus seluruh hubungan dagang dengan Spanyol setelah Madrid menolak mengizinkan militer AS menggunakan pangkalannya untuk misi terkait serangan terhadap Iran.
Trump juga meluapkan ketidaksukaan terhadap Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, yang tidak ikut serta dalam serangan ke Iran meskipun mengizinkan penggunaan pangkalan Inggris oleh pasukan AS. "Ini bukan Winston Churchill yang sedang kita hadapi," kata Trump, merujuk pada Starmer.
Sementara itu, dampak perang terus meluas di kawasan. Kementerian Kesehatan Lebanon pada Rabu menyatakan bahwa serangan Israel terhadap dua kota di selatan Beirut menewaskan enam orang dan melukai delapan lainnya.
Aramoun dan Saadiyat berada di luar basis tradisional Hizbullah. Perserikatan Bangsa-Bangsa melaporkan sedikitnya 30.000 orang telah mengungsi di Lebanon akibat gelombang serangan udara Israel yang intensif.
Di sisi lain, Departemen Pertahanan AS pada Selasa mengidentifikasi empat dari enam tentara Amerika yang tewas pada Minggu dalam serangan drone terhadap pangkalan AS di Kuwait. Presiden AS Donald Trump mengatakan kemungkinan akan ada lebih banyak personel militer yang gugur sebelum perang ini berakhir.
Presiden AS itu juga mengeklaim Iran sebenarnya berencana menyerang lebih dulu sebelum Washington bertindak, sekaligus merevisi pernyataan sebelumnya dari Menteri Luar Negeri Marco Rubio yang menyebut Israel memicu perang.
"Saya pikir mereka akan menyerang duluan, dan saya tidak ingin itu terjadi. Jadi, jika ada, saya mungkin telah memaksa Israel untuk bertindak," ujar Trump.
Korban jiwa pun terus bertambah di kedua sisi. Perhimpunan Bulan Sabit Merah Iran menyatakan sedikitnya 787 orang telah tewas sejak konflik dimulai. Peristiwa dengan korban massal terburuk sejauh ini adalah serangan langsung terhadap sebuah sekolah dasar khusus perempuan di Minab pada Sabtu, yang menewaskan hingga 168 orang.
Iran sendiri terus menembakkan puluhan rudal balistik ke Israel, meski sebagian besar berhasil dicegat sistem pertahanan udara. Sejauh ini, 11 orang di Israel dilaporkan tewas sejak konflik pecah.
Krisis ini juga memicu pergerakan militer negara-negara Eropa. Presiden Prancis Emmanuel Macron memerintahkan kapal induk bertenaga nuklir Charles de Gaulle untuk berpindah dari Laut Baltik ke Laut Mediterania guna membantu melindungi aset sekutu. Kapal induk tersebut akan dikawal fregat dan sayap udaranya.
(mkh/mkh)
Addsource on Google

















































