Jakarta, CNBC Indonesia - Harga perak dunia bangkit ditandai dengan mampu meraih kinerja mingguan positif selama dua kali beruntun. Bahkan pada pekan ini melejit nyaris 5%.
Berdasarkan data Refinitiv harga perak dunia pada akhir sesi perdagangan peka ini, Kamis (2/4/2026) di US$72,99 per troy ons atau dalam kinerja sepekan melesat 4,89%.
Lonjakan paling tinggi sepanjang pekan ini terjadi pada sesi perdagangan Selasa (31/3/2026). Merujuk Refinitiv, harga perak pada perdagangan Selasa (31/3/2026) ditutup di US$ 75,11 per troy ons atau melonjak 7,2%. Lonjakan ini membawa perak ke level tertinggi sejak 18 Maret 2026.
Kenaikan harga ini juga memperpanjang perak dengan menguat 10,4% dalam tiga hari beruntun.
Kendati demikian, dalam sebulan harga perak ambruk 19,95% di Maret 2026 atau rekor terburuk sejak Agustus 2008 (-23,19%).
Harga emas melemah pada hari ini. Pada Rabu (1/4/2026), harga perak diperdagangkan di US$75,04 per troy ons atau melandai 0,09%.
Analis di BNP Paribas memperkirakan harga perak akan bergerak di kisaran US$65-US$75 per ons hingga 2026, serta memperkirakan pasar fisik akan beralih ke surplus pada 2027.
Harga perak juga terdorong oleh sentimen meredanya perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran.
Presiden AS Donald Trump mengatakan dalam unggahan di Truth Social bahwa presiden Iran meminta gencatan senjata, namun juru bicara kementerian luar negeri Iran menyebut klaim tersebut tidak benar dan tidak berdasar. unggahan di Truth Social bahwa presiden Iran meminta gencatan senjata, namun juru bicara kementerian luar negeri Iran menyebut klaim tersebut tidak benar dan tidak berdasar.
"Akhirnya konflik bisa menjadi pedang bermata dua (bagi emas). Di satu sisi, perdamaian yang bertahan lama akan menghilangkan permintaan safe haven berbasis geopolitik yang selama ini menopang harga," kata analis pasar IG, Tony Sycam Sycam
Di sisi lain, harga minyak yang lebih rendah dan menekan inflasi dapat menghidupkan kembali ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada tahun 2026 sehingga dapat mendukung harga emas.
Meskipun melonjak tinggi, namun pada akhir sesi perdagangan minggu ini harga perak ambles 2,84% ke US$72,99 per troy ons. Penyebabnya adalah ketidakpastian kapan perang AS berakhir, meskipun sebelumnya Trump memberikan narasi kuat soal akhir dari perang tersebut.
Trump dalam pidato televisinya mengatakan bahwa militer AS hampir mencapai tujuannya di Iran. Namun, dia tidak memberikan jadwal yang jelas untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama sebulan, serta berjanji akan membombardir negara tersebut hingga kembali ke "Zaman Batu".
Harga minyak naik setelah pernyataan Trump. Kenaikan harga energi ini mendorong inflasi secara lebih luas, sehingga mengurangi ruang bagi bank sentral untuk menurunkan suku bunga.
Research CNBC Indonesia
(ras/luc)
Addsource on Google

















































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5452570/original/017450600_1766406793-IMG_2730_1_.jpeg)