Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan, bahwa stok Bahan Bakar Minyak (BBM) dan juga Liquefied Petroleum Gas (LPG) nasional dalam batasan minimal yang aman. Tercatat, untuk BBM di atas 20 hari dan LPG di atas 10 hari.
"Stok nasional tetap berada pada batasan minimal di atas 20 hari semua. Termasuk LPG kita di atas 10 hari," terang Bahlil ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (10/4/2026).
Bahlil juga menegaskan, bahwa masa kritis ihwal stok BBM dan LPG nasional sudah terlewati. Pemerintah mampu mengamankan pasokan untuk kebutuhan di dalam negeri.
"Masa kritis kita terhadap dinamika global untuk BBM, Alhamdulillah kita sudah lewati. Tetapi sudah barang tentu, saya meminta kepada seluruh masyarakat, kita harus bijak, arif dalam memakai BBM, termasuk LPG," tegas Bahlil.
Impor BBM bensin & solar
Mengacu data Kementerian ESDM per 1 April 2026 sejauh ini, impor BBM jenis Bensin Indonesia terbesar masih berasal dari Singapura dengan presentase mencapai 64,23%. Lalu Malaysia dengan poris 27,18%. Sementara itu, kontribusi negara lain relatif kecil. Antara lain Oman 5,55%, Uni Emirat Arab 3,03%.
Adapun 3 negara utama sumber impor Solar Indonesia hingga April 2026 berasal dari Singapura dengan volume 58,56%, Malaysia dengan volume 36,56%, dan Taiwan dengan volume 4,88%.
Impor LPG
Hingga April 2026, impor LPG terbesar untuk RI didatangkan dari Amerika Serikat (AS) dengan volume 68,91%, dari Uni Emirat Arab dengan volume 11,83%, dan Arab Saudi dengan volume 7,36% dari total impor yang dilakukan.
Sisanya, Indonesia mengimpor LPG dari Qatar, Australia, Kuwait dan China.
"Dari grafik yang kami sampaikan terlihat bahwa produksi dalam negeri masih jauh di bawah kebutuhan sehingga import LPG tetap mendominasi pasokan nasional," jelas Sekretaris Direktorat Jenderal Migas Muhammad Rizwi Jilanisaf Hisjam dalam RDP bersama Komisi XII DPR, Kamis (9/4/2026).
Untuk menekan porsi impor, pemerintah juga melakukan pergeseran bahan baku nafta pada kilang domestik seperti RDMP Balikpapan untuk memperkaya produk LPG.
"Dengan seluruh langkah strategis mitigasi yang telah kami lakukan, dapat kami tegaskan bahwa pasokan BBM dan LPG nasional saat ini dalam kondisi aman," tandasnya.
(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]
















































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5452570/original/017450600_1766406793-IMG_2730_1_.jpeg)
