Ada Potensi 'Bukan Minyak Biasa' 11,3 Miliar Barel, di Sini Lokasinya

5 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mengidentifikasi potensi 'bukan minyak biasa' atau Migas Non-Konvensional (MNK) mencapai 11,3 miliar barel minyak di tempat (oil in place). Temuan tersebut berlokasi di sub-basin North Aman, Blok Rokan.

Temuan itu diproyeksikan menjadi game changer bagi ketahanan energi nasional di tengah penurunan produksi dari lapangan-lapangan minyak konvensional yang sudah menua.

Direktur Utama PHR Muhamad Arifin menjelaskan bahwa pengembangan MNK tersebut merupakan strategi untuk mengimbangi penurunan produksi di lapangan konvensional. Arifin menyebutkan potensi besar di struktur North Aman tersebut menjadi peluang yang selama ini belum pernah tergarap di Indonesia.

"Dengan kondisi produksi lapangan tua yang terus menurun, pengembangan migas non-konvensional bukan lagi opsi, melainkan kebutuhan strategis. MNK berpotensi menjadi game changer dalam memperkuat portofolio energi masa depan Pertamina sekaligus menjaga ketahanan energi nasional," ujarnya dalam ajang OTC Asia 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia, dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (9/4/2026).

Secara spesifik, potensi jumbo tersebut berada pada area Gulamo dan Kelok di wilayah kerja Rokan, Riau. Perusahaan telah membuktikan keberadaan hidrokarbon melalui pengeboran sumur eksplorasi serta uji alir (flowback test) sebagai tonggak awal pengembangan MNK di Indonesia.

Lebih lanjut, PHR saat ini tengah melanjutkan perencanaan pengeboran horizontal dan multi-stage fracturing melalui proses appraisal. Struktur North Aman ini menjadi fondasi penting untuk membuka potensi MNK pada sub-basin lainnya di Blok Rokan seperti South Aman, Rangau, dan Balam.

"Tantangan terbesar MNK justru berada pada aspek above ground, mulai dari biaya investasi yang masih tinggi, dukungan regulasi dan fiskal yang kompetitif, hingga kesiapan infrastruktur dan penguatan kemampuan dan pengalaman. Oleh karena itu, dibutuhkan kolaborasi lintas pemangku kepentingan," jelasnya.

Perusahaan telah menetapkan peta jalan pengembangan MNK yang dimulai dengan target kontrak bagi hasil (Production Sharing Contract/PSC) pada kuartal II-2026. Selanjutnya, pengeboran sumur appraisal dijadwalkan pada kuartal IV-2026 dengan target produksi awal yang diharapkan mulai berjalan pada tahun 2028.

Pengembangan skala besar diharapkan dapat terlaksana mulai tahun 2030 dengan proyeksi puncak produksi pada 2037 mendatang. Selain di North Aman, struktur ini juga menjadi basis penting untuk membuka potensi MNK di area lain seperti South Aman, Rangau, dan Balam yang berada di wilayah kerja yang sama.

"Kami optimistis Indonesia siap beralih dari tahap pilot menuju pengembangan MNK yang terukur dan berkelanjutan. Dengan pendekatan yang tepat, MNK akan menjadi pilar penting dalam mendukung ketahanan energi nasional di masa depan," tandasnya.

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |