Peluang BI Rate Turun Terbuka, Bos BI Bilang Tergantung Inflasi

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengemukakan ruang suku bunga acuan, BI Rate, terbuka ke depannya. Namun, ini bergantung kepada pergerakan inflasi pada tahun ini.

"BI tetap mencermati ruang penurunan suku bunga BI-Rate lebih lanjut dengan prakiraan inflasi 2026-2027 yang terkendali dalam sasaran 2,5±1%, serta turut mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi," dalam paparan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Rabu (21/1/2026).

Perry menegaskan stance atau arah kebijakan BI Rate tahun ini didasarkan pada perkiraan inflasi ke depan terutama inflasi inti. Seperti diketahui, inflasi pada tahun lalu mencapai 2,92% dan inflasi inti sebesar 2,38%. BI melihat inflasi ini tetap rendah.

"Untuk stance kebijakan BI Rate didasarkan pada perkiraan inflasi ke depan terutama inflasi inti."

Dia menjelaskan inflasi inti mencerminkan kekuatan permintaan dan kapasitas produksi Indonesia. Saat ini, kapasitas produksi masih jauh lebih besar dari permintaan. BI pun masih menargetkan 2,5% plus minus 1% pada 2026 dan 2027.

Menurutnya, BI dan pemerintah akan terus berkoordinasi bersama-sama menjaga stabilitas dan dorong pertumbuhan ekonomi termasuk harga-harga itu.

"Untuk kendalikan stabilitas harga, peningkatan aktivitas koordinasi pengendalian inflasi baik di pusat maupun di daerah. Terutama menstabilkan inflasi yang volatility food yang memang kemarin meningkat karena cuaca dan bencana. Kita lakukan operasi pasar, gara-gara volume food turun," ujarnya.

(haa/haa)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |