Jakarta, CNBC Indonesia - PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) memproyeksikan jumlah penumpang pesawat pada periode Lebaran tahun ini sebanyak 9 juta penumpang. Sementara, proyeksi jumlah penumpang untuk sepanjang tahun 2026 sebanyak 160 juta.
Direktur Utama InJourney Maya Watono mengatakan, perkiraan trafik penumpang periode lebaran tahun ini mengalami kenaikan sekitar 2% dibandingkan tahun 2025.
"Saat periode lebaran ini kita ekspektasinya ada 9 juta traffic, peningkatan 2% dibanding tahun lalu," ujarnya dalam konferensi pers di Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (11/3/2026).
Selain itu, Maya juga menyoroti dinamika industri maskapai yang sedang bergejolak akibat dari imbas geopolitik di Timur Tengah. Namun, pihaknya akan mengantisipasi agar ekosistem bandara dan pariwisata Indonesia tetap kondusif.
"Pastinya kita dengan adanya reason geopolitical climate yang terjadi ya, ini kita harus mengantisipasi juga bagaimana. Karena pastinya di periode tertentu yang lalu ada delay maupun cancellation of flights dan lain sebagainya. Itu yang kami usahakan tetap memberikan service yang terbaik kepada customer, kepada penumpang," ungkapnya.
Maya menuturkan, setiap anggota holding akan berkoordinasi dan bersinergi dalam menghadapi situasi geopolitik saat ini mulai dari operasional dan service bandara hingga ekosistem pariwisata. "Jadi gak mungkin bisa dari hulu ke hilir ini ekosistem terjadi tanpa adanya gotong royong dari semua ekosistem," sebutnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Direktur Utama PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Achmad Syahir mengatakan, perkiraan penumpang sepanjang tahun 2026 yang mencapai 160,7 juta mengalami kenaikan sebesar 2% dibandingkan tahun 2025. Sementara pergerakan pergerakan pesawat turun 0,03% menjadi 1.189.791. Namun, pesawat kargo mengalami kenaikan 1,8% menjadi 1,559 juta ton.
"Jadi ini juga yang menjadi challenge di industri kebandarudaraan maupun aviasi. Di antara 37 bandara kita, ada 5 yang topnya. Yaitu CGK, Denpasar, Surabaya, Ujung Pandang dan Medan," ucapnya.
Terkait dengan periode Lebaran, Ia memaparkan, pihaknya mulai membuka posko tanggal 13 hingga 30 Maret 2026, yang mana pada tanggal 13 Maret akan ada lonjakan penumpang lebih dari 498.000, dengan pergerakan pesawat sekitar 3.357.
"Nah nanti di peak-nya itu mungkin di sekitar tanggal 15 (Maret 2026). Estimasi tanggal 15 (Maret 2026. Kemudian arus baliknya di tanggal 28 (Maret 2026)," bebernya.
Selain itu, lanjutnya, InJourney juga mengantisipasi kebijakan pemerintah terkait imbauan kerja dari manapun atau Work From Anywhere (WFA). Hal itu dapat memicu kepadatan penumpang karena hari libur yang lebih panjang.
"Itu juga menjadi satu kesempatan bagaimana kita bisa menikmati masa libur yang lebih panjang. Tapi sebenarnya gak libur juga ya, karena aktivitasnya tetap berada seperti biasa tapi bukan di kantor," ungkapnya.
Ia mengungkapkan, potensi lonjakan penumpang akan terjadi di dua bandara yaitu Bandara Soekarno-Hatta dan I Gusti Ngurah Rai yang ada di Denpasar.
"Kalau di CGK itu di tanggal hari Sabtu, tanggal 14 (Maret 2026) sekitar 179.000. Kemudian arus baliknya di tanggal 28 (Market 2026) 198.000. Ini untuk di Soekarno-Hatta," sebutnya.
"Sementara kalau untuk di Bali, di Bali hari Sabtu tanggal 14 (Maret 2026) itu sekitar 67.000. Dan nanti di tanggal 28 (Maret 2026), sekitar 73.000," imbuhnya.
(rob/wur)
Addsource on Google
















































