Kendalikan Saat Kritis Saat Serangan Jantung dengan Cepat dan Tepat

8 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Nyeri dada mendadak, sesak napas, keringat dingin, atau tubuh tiba-tiba lemas bisa menjadi tanda serangan jantung. Dalam kondisi seperti ini, Anda tidak punya banyak waktu untuk menunggu. Setiap menit yang terlewat bisa meningkatkan risiko kerusakan jantung dan membahayakan nyawa. Karena itu, jangan tunda pergi ke rumah sakit saat gejala muncul.

Semakin cepat ditangani, semakin besar peluang jantung terselamatkan dan komplikasi dapat dicegah. dr. Jeffrey D. Adipranoto, dari Mayapada Hospital Surabaya, mengatakan dalam kasus serangan jantung, waktu menjadi sangat krusial terutama dalam periode emas (golden period) atau 90 menit pertama sejak serangan muncul.

"Pada fase ini, tindakan medis yang cepat dan tepat bertujuan untuk segera memulihkan aliran darah ke otot jantung agar kerusakan jaringan dapat diminimalkan," ujarnya, dikutip Sabtu (9/5/2026).

Selain kecepatan, ketepatan tindakan juga menjadi faktor yang tidak kalah penting. Ketepatan ini ditentukan oleh pemeriksaan awal yang menyeluruh, ketersediaan fasilitas medis, serta keputusan medis yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien. Dengan pendekatan tersebut, tenaga medis dapat menentukan penanganan yang tepat, mulai dari terapi obat, prosedur intervensi, hingga perawatan lanjutan.

"Kombinasi antara kecepatan dan ketepatan inilah yang sangat menentukan hasil akhir penanganan pasien serangan jantung. Penanganan yang cepat dapat meminimalkan kerusakan otot jantung, sementara ketepatan terapi memastikan pasien mendapatkan penanganan yang sesuai dengan kondisi klinisnya," tambah dr. Jeffrey.

Hal ini menunjukkan bahwa penanganan serangan jantung tidak hanya berpacu dengan waktu, tetapi juga menuntut ketepatan dalam setiap keputusan medis. Mengingat pentingnya penanganan serangan jantung yang cepat dan tepat, dibutuhkan layanan kesehatan yang komprehensif dengan tenaga medis yang siaga dan terlatih menangani kegawatdaruratan jantung.

Mayapada Hospital Surabaya (MHSB) melalui Heart & Vascular Center sebagai layanan jantung terpadu dengan pendekatan kolaboratif dan komprehensif mulai dari pencegahan, diagnosis, terapi lanjutan, hingga rehabilitasi. Layanan ini diperkuat tiga pilar utama; mencakup Emergency Excellence melalui Chest Pain Unit yang berfokus pada evaluasi, diagnosis, dan penanganan awal keluhan nyeri dada, baik akibat gangguan jantung maupun non-jantung.

Dengan pemeriksaan awal gratis apabila tidak ditemukan indikasi jantung, dan rujukan lanjutan jika terindikasi penyakit jantung melalui Cardiac Emergency didukung dokter spesialis dan subspesialis siaga 24 jam on-site; Advanced Treatment mencakup layanan pembuluh darah (vaskular), gangguan irama jantung (aritmia), serta kelainan struktur jantung (structural heart) seperti penyakit katup dengan pendekatan. Team-Based Management memastikan keputusan klinis dan rencana perawatan ditetapkan melalui kolaborasi aktif dalam Cardiac Board yang melibatkan spesialis jantung, bedah toraks kardiovaskular, anestesi kardiovaskular, hingga jantung anak.

Kesiapan dan kompetensi tim medis Mayapada Hospital Surabaya (MHSB) dalam menangani kondisi darurat jantung juga tercermin melalui prestasinya dalam kompetisi Code Blue se-Jawa Timur. Dalam ajang tersebut, tim medis MHSB menunjukkan kemampuan respons cepat serta koordinasi yang solid dalam menangani simulasi kegawatdaruratan jantung, mulai dari tahap identifikasi kondisi kritis hingga pelaksanaan tindakan sesuai standar penanganan kegawatdaruratan.

Prestasi ini sekaligus mencerminkan komitmen MHSB untuk memastikan setiap pasien mendapatkan penanganan yang cepat, tepat, dan terkoordinasi, terutama pada situasi yang membutuhkan keputusan dalam hitungan menit.

Informasi seputar kesehatan jantung Mayapada Hospital juga bisa diakses melalui aplikasi MyCare pada fitur Health Articles & Tips, termasuk fitur Emergency Call untuk mendapatkan bantuan medis darurat secara cepat, serta memantau kebugaran melalui fitur Personal Health untuk menghitung detak jantung, langkah kaki, kalori terbakar, hingga Body Mass Index (BMI).

(rah/rah)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |