Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Spanyol tengah dalam siaga tinggi menyambut kedatangan kapal pesiar MV Hondius yang membawa wabah mematikan Hantavirus. Otoritas kesehatan di empat benua kini berpacu dengan waktu untuk melacak ratusan penumpang yang sempat turun dari kapal sebelum wabah terdeteksi secara resmi.
Kapal pesiar tersebut dijadwalkan merapat di Pulau Tenerife, Kepulauan Canary, pada akhir pekan ini, Sabtu atau Minggu (10/5/2026). Hingga saat ini, sedikitnya tiga penumpang dilaporkan tewas dan beberapa lainnya jatuh sakit, memicu koordinasi internasional untuk proses evakuasi yang sangat ketat dan terisolasi.
"Mereka akan tiba di area yang benar-benar terisolasi dan tertutup rapat," tegas Virginia Barcones, Kepala Layanan Darurat Spanyol, pada hari Kamis (07/05/2026).
Pihak Spanyol terus berkoordinasi dengan berbagai pemerintah negara asal penumpang terkait rencana repatriasi. Amerika Serikat telah setuju untuk mengirim pesawat khusus guna menjemput 17 warga negaranya, sementara pemerintah Inggris juga menyewa pesawat untuk mengevakuasi puluhan warganya yang masih tertahan di atas kapal.
Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, dijadwalkan tiba di Tenerife pada hari Sabtu untuk memimpin koordinasi evakuasi. Meskipun risiko bagi publik luas dianggap rendah oleh WHO, protokol keamanan tetap dijalankan secara maksimal.
Hantavirus sendiri umumnya menyebar melalui penghirupan kotoran hewan pengerat yang terkontaminasi dan tidak mudah menular antarmanusia. Gejala biasanya muncul antara satu hingga delapan minggu setelah terpapar. Menurut Oceanwide Expeditions, perusahaan pemilik kapal, saat ini tidak ada penumpang atau kru yang tersisa di kapal yang menunjukkan gejala baru.
Meskipun situasi di darat tampak mencekam, dua penumpang asal Spanyol menceritakan kepada Associated Press bahwa suasana di dalam kapal relatif tenang. Para penumpang mengisi waktu dengan mengamati burung atau membaca di area umum, namun tetap dengan protokol menjaga jarak dan memakai masker.
"Kami takut dengan semua berita yang beredar, tentang bagaimana orang-orang akan menerima kami dan bagaimana mereka melihat kami. Kami hanya orang biasa," ujar salah satu penumpang yang enggan disebutkan namanya.
Negara-negara Bersiap Lacak Penumpang
Kekhawatiran global memuncak karena pada 24 April lalu, lebih dari dua lusin orang dari 12 negara berbeda telah turun dari kapal tanpa melalui pelacakan kontak. Hal ini terjadi karena Hantavirus baru terkonfirmasi secara medis pada penumpang kapal tersebut pada 22 Mei.
Salah satu kasus tragis melibatkan seorang wanita Belanda yang meninggal di Johannesburg setelah turun dari pesawat. Otoritas kesehatan Belanda kini sedang melakukan pelacakan kontak terhadap seluruh penumpang yang sempat berinteraksi dengan wanita tersebut selama penerbangan.
Di Inggris, otoritas kesehatan melaporkan seorang warga negara Inggris ketiga diduga terinfeksi Hantavirus di wilayah terpencil Tristan da Cunha, tempat kapal tersebut sempat bersandar pada bulan April. Sementara itu, di Spanyol, seorang wanita di provinsi Alicante juga menunjukkan gejala yang konsisten dengan infeksi Hantavirus dan sedang menjalani tes intensif.
Otoritas di Afrika Selatan juga bekerja keras melacak kontak dari penumpang yang turun pada 25 April. Di Amerika Serikat, sejumlah pejabat negara bagian melaporkan sedang memantau sekelompok kecil warga yang pernah berada di kapal tersebut dan sudah kembali ke rumah masing-masing, meskipun hingga kini belum ada yang menunjukkan gejala sakit.
(tps)
Addsource on Google
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469088/original/050162300_1768056820-photo-grid_-_2026-01-10T214641.503.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477646/original/004491700_1768878450-IMG_3751_1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470160/original/093473700_1768198487-Web_Photo_Editor__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5471422/original/000633700_1768286512-IMG_3417_1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468304/original/037132200_1767946563-SnapInsta.to_610749735_18549996940061415_8535549228643964214_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470425/original/077219800_1768205094-IMG_3373_1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5486757/original/019141800_1769602655-collage-1769596211664.png)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476556/original/026644100_1768790835-IMG_3690.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477935/original/012060500_1768886325-SnapInsta.to_615725260_18500994511075453_3550084569127070338_n.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481587/original/057603900_1769138835-IMG_4016_1_.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491115/original/080022400_1770084821-SnapInsta.to_625152096_18554994268033381_7306742263003952834_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5487481/original/032833700_1769666688-Screenshot_2026-01-29_125613.png)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482558/original/061677900_1769229471-IMG_4061_1_.jpeg)