Elvan Widyatama, CNBC Indonesia
09 May 2026 10:00
Jakarta, CNBC Indonesia - Kondisi utang pemerintah di berbagai negara besar dunia mulai bergerak tidak seirama. Dalam dua dekade terakhir, ada negara yang utangnya melonjak tajam, tetapi ada juga yang justru berhasil menurunkan beban utangnya.
Melansir Visual Capitalist, berdasarkan data IMF World Economic Outlook edisi Oktober 2025, rasio utang pemerintah terhadap Produk Domestik Bruto atau PDB di sejumlah ekonomi besar menunjukkan perubahan yang cukup besar antara 2005 dan 2025.
Rasio utang terhadap PDB adalah perbandingan antara total utang pemerintah dengan ukuran ekonomi suatu negara. Sederhananya, rasio ini digunakan untuk melihat seberapa besar beban utang dibandingkan kemampuan ekonomi negara tersebut.
Secara global, rasio utang pemerintah naik dari 68% terhadap PDB pada 2005 menjadi 95% terhadap PDB pada 2025.
Artinya, secara rata-rata, beban utang pemerintah di dunia memang semakin besar. Namun, kondisi tiap negara tidak sama. Ada negara yang rasio utangnya sudah jauh di atas 100% PDB, sementara beberapa negara lain masih mampu menjaga atau bahkan menurunkan rasio utangnya.
Negara Maju Paling Berat
Kenaikan utang paling besar terjadi di negara maju. Rasio utang pemerintah di negara maju naik dari 76% terhadap PDB pada 2005 menjadi 110% terhadap PDB pada 2025.
Beberapa negara besar bahkan sudah memiliki rasio utang di atas 100% PDB. Amerika Serikat mencatat rasio utang sebesar 125% terhadap PDB, Prancis 117%, dan Inggris 103%.
Jepang menjadi negara dengan rasio utang paling tinggi di antara ekonomi besar dunia, yakni mencapai 230% terhadap PDB.
Tingginya utang negara maju dipengaruhi oleh banyak faktor. Di antaranya belanja pemerintah yang besar, defisit anggaran yang terus terjadi, stimulus saat krisis, hingga kebutuhan belanja yang meningkat karena jumlah penduduk lanjut usia semakin besar.
Negara Berkembang Juga Ikut Tertekan
Kenaikan utang juga terjadi pada negara berkembang. Rasio utang pemerintah di pasar negara berkembang dan ekonomi berkembang naik dari 41% terhadap PDB pada 2005 menjadi 73% terhadap PDB pada 2025.
China menjadi salah satu contoh paling mencolok. Rasio utang pemerintah China naik tajam dari 26% terhadap PDB pada 2005 menjadi 96% terhadap PDB pada 2025.
Brasil dan Afrika Selatan juga mencatat kenaikan rasio utang yang cukup besar dalam periode yang sama.
Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan utang tidak hanya dialami negara maju, tetapi juga mulai terasa di banyak negara berkembang.
Tidak Semua Negara Alami Kenaikan Rasio Utang
Meski tren global menunjukkan kenaikan, tidak semua negara mengalami hal yang sama.
Beberapa negara justru berhasil menurunkan rasio utang terhadap PDB dalam dua dekade terakhir. Turki menjadi salah satu contoh paling signifikan. Rasio utang pemerintah Turki turun dari 50% terhadap PDB pada 2005 menjadi 24% pada 2025.
Arab Saudi juga mencatat penurunan, dari 37% terhadap PDB pada 2005 menjadi 29% pada 2025.
Indonesia juga termasuk negara yang rasio utangnya turun dalam periode tersebut. Rasio utang pemerintah Indonesia tercatat turun dari 43% terhadap PDB pada 2005 menjadi 41% pada 2025.
Hal ini menunjukkan bahwa beban utang masih bisa ditekan jika pemerintah mampu menjaga anggaran, mengendalikan belanja, memperkuat penerimaan negara, atau mendorong pertumbuhan ekonomi.
Dengan kata lain, arah utang pemerintah dunia kini semakin terbelah. Ada negara yang makin berat menanggung utang, tetapi ada juga yang berhasil membuat bebannya lebih terkendali.
Kenapa Ini Penting?
Utang yang tinggi bisa menjadi masalah ketika biaya pinjaman ikut naik. Semakin mahal bunga utang, semakin besar pula dana yang harus disiapkan pemerintah hanya untuk membayar bunga.
Akibatnya, ruang anggaran untuk kebutuhan lain bisa semakin sempit. Belanja untuk infrastruktur, layanan publik, kesehatan, pendidikan, hingga pertahanan bisa ikut tertekan.
Bagi negara dengan utang tinggi, kondisi ini bisa menjadi tantangan besar, terutama ketika pertumbuhan ekonomi melambat.
Sebaliknya, negara yang mampu menjaga utang tetap terkendali akan memiliki ruang yang lebih besar untuk menghadapi krisis, memberi stimulus, atau mendorong pertumbuhan ekonomi.
Karena itu, perbedaan arah utang antarnegara ini akan semakin penting ke depan. Di tengah biaya pinjaman yang tinggi dan ekonomi global yang tidak selalu stabil, kemampuan negara mengelola utang bisa menentukan seberapa kuat mereka menghadapi tekanan ekonomi berikutnya.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(evw/evw)
Addsource on Google
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469088/original/050162300_1768056820-photo-grid_-_2026-01-10T214641.503.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477646/original/004491700_1768878450-IMG_3751_1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470160/original/093473700_1768198487-Web_Photo_Editor__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5471422/original/000633700_1768286512-IMG_3417_1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468304/original/037132200_1767946563-SnapInsta.to_610749735_18549996940061415_8535549228643964214_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470425/original/077219800_1768205094-IMG_3373_1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5486757/original/019141800_1769602655-collage-1769596211664.png)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476556/original/026644100_1768790835-IMG_3690.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477935/original/012060500_1768886325-SnapInsta.to_615725260_18500994511075453_3550084569127070338_n.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481587/original/057603900_1769138835-IMG_4016_1_.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491115/original/080022400_1770084821-SnapInsta.to_625152096_18554994268033381_7306742263003952834_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5487481/original/032833700_1769666688-Screenshot_2026-01-29_125613.png)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482558/original/061677900_1769229471-IMG_4061_1_.jpeg)