Jakarta, CNBC Indonesia - Tahun ini, Apple menginjak usia ke-50 tahun. Ternyata raja ponsel dunia itu bermula dari sebuah garasi kecil.
Perusahaan ini dibangun saat Steve Wozniak menyelesaikan desain papan sirkuit komputer. Dia membagikan perangkat itu pada sesama penggemar di sebuah klub lokal di California, pada 1976.
Steve Jobs, yang juga teman Wozniak melihat peluang bisnis ini. Kemudian mereka memproduksi dan menjual papan, dan menjadi Apple I produk pertama perusahaan, dikutip dari Reuters, Kamis (2/4/2026).
Dari startup yang dimulai di garasi, Apple berkembang dengan pesat. Tak hanya papan sirkuit, perusahaan juga menciptakan produk yang sukses dan kemudian menjadi trendsetter di pasaran, sebut saja iPhone, iPod, hingga headset realitas campuran Vision Pro.
Sempat terpuruk dengan pendapatan beberapa waktu terakhir, namun Apple mulai bangkit. Permintaan pada seri teranyar iPhone 17 mendorong pendapatan kuartal Desember.
Perusahaan juga baru saja meluncurkan laptop murah, MacBook Neo senilai US$599. Reuters menyebut peluncuran perangkat itu kuat.
Diperkirakan Apple akan mencatatkan penjualan US$465 miliar pada September nanti. Layanan Apple seperti App Store, Apple Music dan layanan streamingnya juga menjadi pendorong utama pertumbuhan, karena basis perangkat yang terus berkembang.
Analis teknologi independen Ben Thompson memuji model bisnis terintegrasinya. Menurutnya, tidak ada yang bisa menyaingi model bisnis tersebut selama setengah abad perusahaan berdiri.
"Nasib lima tahun berikutnya mungkin bergantung pada pertanyaan seberapa menarik AI nantinya. Dan apakah OpenAI bisa mengungguli Apple yang asli," kata Thompson.
Apple juga ikut dalam persaingan AI. Namun harus mengalami tantangan hebat dari industri yang tengah berkembang pesat ini.
Salah satunya Apple cukup terlambat dari pesaingnya. Perusahaan baru menyematkan fitur-fitur berbasis AI, Apple Intelligence, dalam iPhone mulai 2024 lalu.
Sekarang juga menjadi waktu Apple menunjukkan kekuatan teknologi. Sementara pesaingnya seperti Alphabet dan Microsoft jor-joran mengeluarkan miliaran dollar untuk tetap terdepan.
Banyak analis dan investor menyebut Apple kurang siap menghadapi cara konsumen untuk menggunakan AI.
(fab/fab)
Addsource on Google

















































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5452570/original/017450600_1766406793-IMG_2730_1_.jpeg)