Kanthi Malikhah, CNBC Indonesia
01 April 2026 18:50
Jakarta, CNBC Indonesia - Selama dua dekade terakhir, ekspansi global China berlangsung secara masif dan terstruktur. Indonesia menjadi tujuan terbesar investasi China di Asia.
Melalui investasi luar negeri, Negeri Tirai Bambu ini tidak hanya memperkuat pengaruh ekonomi, tetapi juga memperluas jaringan geopolitik dan rantai pasok global.
Melansir dari Visual Capitalist, sejak 2005 hingga kini, perusahaan-perusahaan China telah menginvestasikan lebih dari US$1,5 triliun (sekitar Rp25.350 triliun) ke berbagai negara di dunia.
Namun, menariknya investasi tersebut tidak tersebar merata. Hanya segelintir negara yang menjadi magnet utama modal China.
Berikut beberapa negara tujuan utama investasi China dalam 20 tahun terakhir.
Meski hubungan geopolitik antara China dan Amerika Serikat semakin panas, namun AS tetap menjadi tujuan utama investasi global China dalam dua dekade terakhir. Sejak 2005 hingga 2025, nilai investasi yang masuk dari perusahaan China ke AS mencapai sekitar US$204 miliar tertinggi dibanding negara mana pun.
Namun dalam beberapa tahun terakhir, pintu investasi mulai menyempit. Pemerintah AS melalui Committee on Foreign Investment in the United States memperketat pengawasan terhadap investasi asing, terutama dari China, seiring meningkatnya tensi politik dan keamanan.
Meski begitu, arus modal belum sepenuhnya berhenti. Sepanjang 2025, investasi baru China ke AS masih menembus hampir US$4 miliar, menunjukkan bahwa keterkaitan ekonomi kedua negara masih sulit diputus sepenuhnya.
Di posisi kedua dan ketiga, Australia dan Inggris sama-sama menjadi tujuan utama investasi China dengan nilai masing-masing US$108,12 miliar dan US$106,58 miliar. Meski nilainya berdekatan, karakter investasinya cenderung berbeda. Australia selama ini banyak menarik investasi yang berkaitan dengan sumber daya alam dan energi, sejalan dengan kebutuhan bahan baku industri China.
Sementara itu, investasi China di Inggris cukup beragam, berdasarkan laporan China Briefing, aliran modal banyak masuk ke sektor real estate, teknologi, dan infrastruktur, termasuk proyek energi dan transportasi skala besar. Selain itu, sektor keuangan juga menjadi tujuan penting, dengan kehadiran bank dan institusi keuangan China di London sebagai hub global.
Investasi China di Indonesia
Di antara negara berkembang, Indonesia semakin menegaskan posisinya sebagai tujuan strategis investasi China dengan total mencapai US$49,37 miliar sepanjang 2005-2025. Dalam beberapa tahun terakhir, tren ini bahkan menunjukkan percepatan.
Indonesia bahkan menjadi negara Asia yang mendapatkan guyuran investasi terbesar dari China.
Data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) juga menunjukkan investasi China melesat.
Pada 2013, total investasi China hanya menembus US$ 297 juta yang menempatkan mereka pada posisi 12 investor terbesar di Indonesia. Pada 2015, China naik ke peringkat ke-9 dengan investasi US$ 628 juta hingga mencapai posisi ketiga pada tahun 2017.
Investasi China di Indonesia hampir selalu berada di bawah US$ 1 miliar sebelum tahun 2019. Sejak 2019, investor China gemar menanamkan modalnya di Indonesia sehingga investasi hampir selalu di atas US$ 1 miliar. Investasi China menembus US$ 7,5 miliar pada 2025 dan menempatkannya di posisi ketiga sebagai pemodal asing terbesar di Indonesia.
Bila ditambah dengan Hong Kong, nilai investasinya jauh lebih besar yakni mencapai US$18,1 miliar.
Lonjakan ini tidak terlepas dari pergeseran strategi perusahaan China yang mulai memindahkan basis produksi ke luar negeri untuk menghindari tekanan tarif dari Amerika Serikat, sekaligus memanfaatkan pasar domestik Indonesia yang besar.
Selain faktor pasar, investasi China juga banyak mengalir ke sektor industri dan hilirisasi, terutama logam dasar dan rantai pasok energi seperti baterai kendaraan listrik.
(mae/mae)
Addsource on Google

















































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5452570/original/017450600_1766406793-IMG_2730_1_.jpeg)