Ambisi Prabowo RI Punya 100 GW PLTS 2-3 Tahun, Ini Kabar Terbarunya

2 hours ago 6

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden RI Prabowo Subianto menargetkan percepatan pengembangan energi hijau melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berskala besar. Setidaknya, kapasitas terpasang PLTS nasional yang dibidik mencapai 100 gigawatt (GW) dalam 2-3 tahun ke depan, atau paling lambat pada 2029.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Eniya Listiani Dewi mengatakan, energi surya kini menjadi tulang punggung dalam pengembangan energi baru terbarukan (EBT) nasional.

Ia menjelaskan, dalam perencanaan menuju target Net Zero Emission (NZE) 2060, kapasitas PLTS dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN hingga 2034 baru ditargetkan sebesar 17,1 GW. Namun, arahan terbaru dari Presiden mendorong pembahasan pengembangan PLTS hingga mencapai 100 GW.

"Dalam perencanaan menuju Net Zero Emission 2060, kita tahu di dalam RUPTL PLN sampai dengan 2034, pembangkit listrik tenaga surya sebetulnya direncanakan 17,1 GW. Dan saat ini ada perintah direction dari Pak Presiden bahwa pembahasan mengenai pembangkit listrik tenaga surya khususnya 100 GW sedang bergulir," kata Eniya dalam acara Launching 1 GW PLTS Atap Indonesia, Selasa (21/4/2026).

Menurutnya, pemerintah tetap mempertimbangkan aspek keandalan sistem kelistrikan serta kesiapan implementasi di lapangan dalam mengejar target ambisius tersebut.

Di sisi lain, capaian saat ini menunjukkan perkembangan yang mulai positif. Total kapasitas terpasang PLTS di Indonesia telah mencapai sekitar 1,5 GW. Dari jumlah tersebut, kontribusi terbesar berasal dari PLTS atap yang telah menyentuh 895 megawatt (MW).

"Kita saat ini sudah bisa bergembira karena pembangkit listrik tenaga surya yang terinstal di Indonesia secara keseluruhan itu sudah mencapai 1,5 GW. Dan khusus PLTS atap ini sudah mencapai 895 MW. Kita masih berjuang nih untuk bisa lebih dari 1 gw," katanya.

Lebih lanjut, Eniya mengatakan ke depan, strategi pengembangan PLTS tidak hanya difokuskan pada proyek berbasis darat (ground-mounted), tetapi juga diperluas ke pemanfaatan atap dan PLTS terapung (floating solar).

Adapun untuk PLTS terapung, Kementerian ESDM saat ini tengah berkoordinasi intensif dengan Kementerian Pekerjaan Umum guna mengidentifikasi bendungan-bendungan potensial di seluruh Indonesia yang dapat dimanfaatkan sebagai lokasi pengembangan proyek tersebut.

(pgr/pgr)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |