8 Emiten "Bayi" RI Ini Lahir Langsung Tebar Dividen

2 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Musim dividen semakin dekat. Menariknya, beberapa emiten yang baru initial public offering (IPO) dalam setahun terakhir ternyata sudah berani membagikan dividen kepada para pemegang saham.

Ini menunjukkan bahwa sebagian dari emiten tersebut sebenarnya sudah memiliki bisnis yang matang dan arus kas yang kuat bahkan sebelum melantai di bursa.

Dari data yang ada, beberapa emiten IPO 2025 bahkan sudah menyalurkan dividen hanya beberapa bulan setelah listing. Misalnya PT Adaro Andalan Indonesia Tbk ( AADI), PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI), PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), PT Brigit Biofarmaka Tbk (OBAT), hingga PT Medela Potentia Tbk (MDLA) yang sudah membagikan dividen pada 2025.

Sementara itu, MDIY baru mengusulkan pembagian dividen dengan estimasi sekitar Rp18 per saham, berdasarkan rencana manajemen untuk membagikan minimal 40% dari laba bersih tahun buku 2025 (sekitar Rp1,1 triliun). Keputusan final masih akan dibahas dalam RUPST mendatang.

Berikut rincian-nya:

Dari deretan saham itu, jika dilihat lebih dalam, ada beberapa emiten yang cukup menonjol.

AADI (Adaro Andalan Indonesia) menjadi emiten baru dengan yield paling atraktif, sekitar 6,1% saat cum date. Hal ini tidak lepas dari posisinya sebagai entitas operasional batu bara yang sudah matang dengan arus kas yang kuat.

MDIY (MR. DIY Indonesia) juga menarik perhatian. Meski fokus utama perusahaan adalah ekspansi gerai secara agresif, manajemen tetap berkomitmen menjaga dividend payout ratio sekitar 40%, sehingga berpotensi menarik bagi investor yang mencari kombinasi growth dan income.

Sementara itu, YUPI (Yupi Indo Jelly Gum) memberikan nominal dividen yang relatif tinggi di antara emiten konsumer baru lainnya. Ini mencerminkan kondisi arus kas perusahaan yang sangat sehat bahkan sejak sebelum IPO.

Fenomena ini menunjukkan bahwa status sebagai emiten baru tidak selalu berarti perusahaan masih tahap awal.

Banyak dari mereka yang sebenarnya sudah memiliki bisnis yang stabil dan profitabilitas kuat sebelum akhirnya memutuskan melantai di bursa.

Sanggahan : Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(mae/mae)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Photo View |