Xi Jinping Akhirnya Menyerah, China Pasrah Diserbu Amerika

3 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Tarik-ulur soal aliran chip Amerika Serikat (AS) ke China akhirnya menemui titik terang. Beberapa saat lalu, Presiden AS Donald Trump telah membuka akses chip canggih H200 Nvidia ke China, setelah sebelumnya melarang keras. 

Keputusan Trump ini dinilai sebagai sikap yang kian melunak ke China dan memicu perdebatan di internal pemangku kebijakan AS. Pasalnya, banyak yang khawatir China akan menggunakan chip canggih AS untuk mengembangkan AI militer. 

Di sisi lain, China yang selama ini sudah menggenjot industri chip dalam negeri pasca mendapat sanksi bertubi-tubi dari AS, tak serta-merta menerima dengan lapang dada keputusan Trump. 

Dikabarkan bahwa China juga 'jual mahal' dan sempat menolak chip H200 Nvidia ke negaranya. Setelah tarik-ulur berkepanjangan, pemerintahan Xi Jinping akhirnya 'menyerah' menerima serbuan chip AS.

Nvidia akhirnya bisa menjual sejumlah chip AI perusahaan di China. Ini menjadi akhir konflik dagang berbulan-bulan antara Beijing dan AS.

Sumber yang dikutip Reuters menyebutkan Nvidia telah mendapatkan persetujuan Beijing menjual chip AI terkuat kedua di negara tersebut. Termasuk menyiapkan versi chip AI Groq untuk bisa dijual di China.

Nvidia memang berada di tengah pusaran perang China dan AS yang menghambat penjualan ke Beijing. Kemudian Nvidia telah mendapatkan penjualan dari AS untuk beberapa chip, termasuk H200 untuk beberapa pelanggan yang berbasis di China.

Belum lama ini CEO Nvidia Jensen Huang juga memastikan soal mengantongi lisensi pada lebih banyak pelanggan untuk H200. Pesanan yang lebih banyak juga didapatkan Nvidia untuk perusahaan bisa melanjutkan produksi chip.

"Rantai pasokan kami kian aktif," jelasnya.

Terbaru Nvidia telah menerima lisensi untuk banyak pelanggan China dari pemerintah setempat, dikutip dari Reuters, Kamis (19/3/2026).

Sementara itu, juru bicara kedutaan besar China di Washington mengatakan tidak tahu detail soal hal tersebut. Pihak kedutaan meminta untuk mengarahkan pertanyaan kepada otoritas yang berwenang.

Laporan yang sama juga diungkapkan CNBC Internasional yang menyebutkan Huang memastikan perusahaan mendapatkan izin dari AS dan China.

Sebuah perusahaan di China mengaku tidak tahu soal persetujuan akhir pemerintah. Informasi itu didapatkan dari Nvidia jika perusahaan telah bisa melakukan pemesanan pembelian.

Januari lalu, Reuters sempat melaporkan China telah memberikan persetujuan awal pada tiga raksasa dalam negerinya yakni ByTeDance, Tencent, dan Alibaba dengan startup AI DeepSeek untuk bisa mengimpor chip milik Nvidia.

Namun laporan itu mengatakan persetujuan China untuk membeli chip dari Nvidia masih dalam tahap finalisasi. Perusahaan tersebut juga tidak segera menanggapi permintaan berkomentar.

(fab/fab)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |