Hati-hati, Ini 5 Penyakit yang Mengintai Pasca Lebaran

3 hours ago 5
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Libur Lebaran akan segera usai. Setelah beberapa hari diisi dengan silaturahmi, perjalanan mudik, dan konsumsi makanan khas yang cenderung berlemak, tubuh kini mulai kembali ke ritme aktivitas normal.

Namun, fase transisi ini justru kerap menjadi momen di mana berbagai keluhan kesehatan mulai muncul. Tidak sedikit orang yang baru merasakan tubuhnya menurun setelah liburan berakhir.

Kondisi ini umumnya dipicu oleh kombinasi kelelahan, perubahan pola makan, serta kurangnya waktu istirahat selama Lebaran. Selain itu, mobilitas tinggi dan interaksi dengan banyak orang juga meningkatkan risiko paparan penyakit.

Setidaknya ada beberapa penyakit yang paling sering muncul setelah Lebaran dan perlu diwaspadai orang tua. Berikut daftarnya:

1. Diare, Paling Sering Terjadi Usai Liburan

Diare jadi salah satu keluhan paling umum setelah Lebaran, terutama pada anak-anak. Penyebabnya sering kali sepele, seperti lupa cuci tangan sebelum makan atau mengonsumsi makanan yang kurang higienis saat perjalanan.

Diare bisa dipicu oleh virus, bakteri, atau parasit. Namun faktor kebersihan juga punya peran besar.

"Ada dua penyebab diare, yaitu penyebab langsung dan tidak langsung. Penyebab langsungnya bisa berupa virus, bakteri, atau parasit," kata dokter spesialis anak, dr. Himawan Aulia Rahman dalam sebuah kesempatan pada 2023 lalu.

"Sementara itu, penyebab tidak langsungnya adalah faktor kebersihan. Bisa berupa kebersihan dari perorangan, makanan atau minuman yang dikonsumsi, kepadatan di rumah, air bersih yang tersedia, dan kebersihan jamban," imbuhnya.

Bukan cuma soal makanan, tapi juga lingkungan mulai dari air yang digunakan, kebersihan rumah, hingga sanitasi yang kurang memadai.

2. Sakit Perut

Sakit perut setelah Lebaran sering dianggap hal biasa karena pola makan berubah drastis. Tapi ada kondisi yang perlu diwaspadai.

Jika sakit perut berlangsung lebih dari dua jam, disertai kembung hebat atau muntah berwarna hijau, itu bisa jadi tanda masalah yang lebih serius.

Apalagi setelah "balas dendam" makan opor, rendang, dan makanan bersantan lainnya, sistem pencernaan bisa kaget dan bereaksi.

3. Muntah

Muntah pada anak setelah Lebaran biasanya tidak berdiri sendiri. Kondisi ini sering berkaitan dengan penyakit lain seperti diare, gangguan lambung, atau bahkan infeksi saluran pernapasan.

Perubahan jadwal makan, konsumsi makanan berlemak, dan kelelahan selama perjalanan juga bisa memicu kondisi ini.

4. Konstipasi (Sembelit) Akibat Perjalanan Jauh

Selain diare, masalah pencernaan lain yang sering muncul adalah konstipasi atau sembelit.

Perjalanan mudik yang panjang, perubahan jadwal buang air besar, hingga kurang minum bisa jadi penyebab utama. Anak biasanya jadi menahan BAB karena tidak nyaman dengan toilet umum.

Orang tua perlu waspada jika:

  • Anak BAB kurang dari dua kali seminggu

  • BAB terasa sakit

  • Feses keras dan berukuran besar

  • Terjadi "cepirit" tanpa disadari

5. ISPA

Interaksi intens selama Lebaran mulai dari salaman, pelukan, hingga cium pipi membuat risiko penularan penyakit meningkat, terutama Infeksi Saluran Pernapasan Akut.

Anak-anak jadi kelompok paling rentan, apalagi jika bertemu banyak orang dalam waktu singkat.

Menurut dr. Himawan, kasus batuk pilek biasanya akan meningkat setelah anak kembali ke sekolah, karena penularan terjadi secara berantai.

Tips Sederhana Biar Tidak Ikut Tumbang

Biar tidak ikut sakit setelah Lebaran, ada beberapa langkah simpel yang bisa dilakukan:

  • Kembali ke pola makan normal (kurangi santan & gorengan)

  • Perbanyak minum air putih

  • Biasakan cuci tangan sebelum makan

  • Pastikan anak cukup istirahat

  • Hindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit

(dag/dag)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |