Tetangga RI Pikir-Pikir Bantu Negara Teluk Hadapi Iran

4 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Australia bakal mempertimbangkan permintaan negara-negara Teluk untuk memberi bantuan dalam menghadapi serangan pesawat tak berawak dan rudal Iran. Hal ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Australia, Penny Wong.

Berbicara kepada stasiun televisi nasional ABC, Wong mengatakan banyak negara yang bukan peserta perang telah diserang oleh Iran, sehingga Australia telah dimintai bantuan. Ketika ditanya apakah itu berarti bantuan dalam melindungi mereka dari serangan pesawat tak berawak dan rudal Iran, Wong pun mengonfirmasi hal demikian.

"Kami akan menindaklanjuti hal itu sesuai dengan posisi yang telah saya uraikan, yaitu, kami tidak berpartisipasi dalam aksi ofensif terhadap Iran, dan kami telah menjelaskan bahwa kami tidak akan berpartisipasi dalam pengerahan pasukan darat ke Iran," katanya dilansir dari AFP, Minggu (6/3/2026).

Sebagaimana diketahui, Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pekan lalu yang menewaskan pemimpin tertingginya, Ayatollah Ali Khamenei, dan memicu perang di Timur Tengah.

Iran kemudian merespons dengan serangan pesawat tak berawak dan rudal yang menargetkan Israel serta sejumlah fasilitas negara-negara Teluk seperti Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Qatar.

Serangan-serangan tersebut telah memaksa pusat-pusat penerbangan di Teluk yang sibuk, termasuk Dubai dan Doha, untuk menghentikan penerbangan sementara, sehingga menyebabkan penumpang telantar.

Australia pun mendukung serangan AS-Israel sebagai tindakan yang diperlukan untuk mencegah Teheran memperoleh senjata nuklir.

Pasukan ini memiliki kehadiran militer yang kecil di Timur Tengah yakni sekitar 100 personel. Banyak di antaranya ditempatkan di pangkalan Al Minhad di UEA.

Meski para pejabat Australia mengatakan bahwa negaranya tidak memiliki rencana untuk ikut serta dalam aksi militer apapun terhadap Iran, Australia sejatinya memiliki hubungan militer yang erat dengan Amerika Serikat.

Hingga bulan lalu, sekitar 70 personel militer Australia bertugas di kapal selam nuklir AS.

Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese mengatakan bahwa tiga personel Australia berada di dalam kapal selam AS ketika kapal selam itu menenggelamkan kapal Iran pada hari Rabu (4/3/2026) lalu.

Menurut Albanese, para personel tersebut berada di kapal selam sebagai bagian dari pengaturan pelatihan di bawah AUKUS. Ini merupakan sebuah pakta pertahanan yang telah berlangsung selama beberapa dekade.

(luc/luc)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |