Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan perintah keras terkait aktivitas militer di laut. Dia menyatakan telah memerintahkan Angkatan Laut AS untuk "menembak dan membunuh kapal manapun" yang kedapatan memasang ranjau di Strait of Hormuz.
"Tidak boleh ada keraguan," tulis Trump dalam unggahan di Truth Social, Kamis (23/4/2026) waktu setempat.
Ia juga menambahkan bahwa dirinya memerintahkan kapal penyapu ranjau AS untuk terus membersihkan jalur tersebut "dengan tingkat yang ditingkatkan tiga kali lipat!"
Pernyataan tersebut menandai peningkatan tajam ketegangan antara AS dan Iran terkait jalur pelayaran minyak yang sangat penting itu, yang sejak perang pecah pada akhir Februari praktis mengalami penyumbatan besar.
Trump selama ini secara agresif menekan Teheran agar membuka kembali sepenuhnya Selat Hormuz sebagai bagian dari gencatan senjata yang rapuh. Kesepakatan itu sebenarnya dijadwalkan berakhir pekan ini sebelum akhirnya diperpanjang secara sepihak oleh Trump.
Sebagai bagian dari tekanan, Washington telah memberlakukan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan Iran di kawasan tersebut guna memaksa Teheran melonggarkan kontrolnya atas selat dan kembali ke meja perundingan.
Komando Pusat AS menyatakan bahwa hingga kini pihaknya telah mengarahkan 31 kapal untuk berbalik arah atau kembali ke pelabuhan sebagai bagian dari pelaksanaan blokade tersebut.
Trump juga menegaskan bahwa kendali atas selat kini berada di tangan AS, bukan Iran.
"Kami memiliki kendali penuh atas Selat Hormuz," tulisnya dalam unggahan lain di Truth Social pada Kamis pagi.
"Tidak ada kapal yang dapat masuk atau keluar tanpa persetujuan Angkatan Laut Amerika Serikat. Jalur itu 'tertutup rapat,' sampai Iran mampu membuat sebuah KESEPAKATAN!!!" lanjutnya.
Kurang dari 15 menit kemudian, Trump kembali memanaskan situasi dengan membagikan ulang sebuah artikel opini Washington Post berjudul, "Trump doesn't need a deal to get what he wants from Iran."
"Sangat benar!!!" tulis Trump.
Di tengah ketegangan tersebut, lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz masih jauh di bawah level sebelum perang. Dalam kondisi normal, sekitar 20% pasokan minyak dunia melewati jalur ini.
Lebih dari 100 kapal, termasuk puluhan tanker, biasanya melintasi selat setiap hari saat kondisi damai. Namun sejak Iran secara de facto menutup jalur tersebut, jumlah itu anjlok menjadi hanya satu digit pada sebagian besar hari.
Data pelacakan dari LSEG menunjukkan bahwa pada Rabu hanya delapan kapal yang melintas, termasuk tiga kapal tanker minyak.
Sementara itu, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan bahwa pembukaan kembali selat tidak akan terjadi dalam waktu dekat.
"Pembukaan kembali Selat Hormuz tidak mungkin dilakukan" selama blokade Amerika Serikat masih berlangsung, katanya.
(luc/luc)
Addsource on Google
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5455267/original/021553200_1766643113-IMG_2828_1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469088/original/050162300_1768056820-photo-grid_-_2026-01-10T214641.503.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5456364/original/038814500_1766846753-IMG_2860_1_.jpeg)







:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5456969/original/021534900_1766982759-photo-grid_-_2025-12-29T112228.091.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468304/original/037132200_1767946563-SnapInsta.to_610749735_18549996940061415_8535549228643964214_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457851/original/077752400_1767061479-IMG_2967_1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470160/original/093473700_1768198487-Web_Photo_Editor__7_.jpg)