Stok Beras Melimpah, Bulog Optimistis RI Bisa Ekspor ke Luar Negeri

14 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan Bulog optimistis Indonesia memiliki ruang untuk ekspor beras seiring penguatan stok cadangan beras pemerintah (CBP) di dalam negeri.

Ia menyampaikan, stok beras Bulog secara nasional berada pada level tinggi, yakni mencapai 3.351.900 ton, data per 8 Januari 2026.

"Kesiapan stok ini untuk menghadapi, pertama, adalah Imlek dalam waktu dekat. Kemudian menghadapi Ramadan, kemudian menghadapi Lebaran," kata Rizal dalam konferensi pers di kantor pusat BNPB, Jakarta, Jumat (9/1/2026).

Menurut Rizal, stok tersebut masih akan bertambah signifikan pada tahun ini lantaran ada potensi hasil panen yang tinggi. Di mana Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan Bulog menyerap 4 juta ton setara beras pada tahun 2026.

"Insyaallah dengan stok ini akan terus bertambah, karena potensi hasil panen dari Kementerian Pertanian, kami Bulog ditargetkan di tahun 2026 ini targetnya serapannya adalah 4 juta ton," jelasnya.

Dengan tambahan penyerapan tersebut, total stok Bulog diproyeksikan mendekati 7 juta ton.

"Jadi kalau nambah 4 juta ton, ditambah 3 juta ton (carry over dari tahun 2025) ya hampir 7 juta ton lebih nanti stok kami," sambung dia.

Kendati demikian, ia menegaskan prioritas utama pemerintah tetap pemenuhan kebutuhan dalam negeri. Namun, peluang ekspor tetap terbuka jika stok mencukupi.

"Dengan 7 juta ton tersebut Insyaallah kita akan maksimalkan untuk dalam negeri dulu. Kemudian kalau memang nanti ada potensi ekspor, kami (mungkin akan mengirim) ke Timor Leste, atau mungkin Papua Nugini, atau bahkan ke Malaysia. Kita akan melaksanakan ekspor sesuai dengan arahan Bapak Presiden (Prabowo Subianto) maupun Bapak Menteri Pertanian (Amran Sulaiman) yang juga selaku kepala Bapanas (Badan Pangan Nasional)," kata Rizal.

Terkait kesiapan ekspor, Rizal menegaskan Bulog siap secara operasional.

"Kami siap dalam arti tinggal kami melihat potensi dari negara mana yang akan diekspor tersebut. Nah potensi ini kami menunggu dari informasi Kementerian Perdagangan (Kemendag) karena yang bisa berkomunikasi dengan negara antar negara adalah Kementerian Perdagangan dalam hal ini," ujarnya.

Ia menyebutkan, koordinasi dengan Kementerian Perdagangan akan semakin intens, agar peluang ekspor bisa segera direalisasikan.

"Kami akan berkomunikasi ketat dengan beliau, supaya kalau memang ada peluang kita akan kirim beras-beras Bulog untuk ekspor ke negara-negara tetangga terutama. Yang kedua, adalah negara-negara yang betul-betul membutuhkan, apalagi daerah konflik dan lain sebagainya," ucap dia.

Soal volume ekspor, Rizal mengungkapkan sudah adanya arahan awal dari Mentan Amran, yakni membuka kemungkinan ekspor sebesar 1 juta ton.

"Kalau tadi pagi arahan dari Pak Mentan, kita siapkan untuk ekspor 1 juta ton," ungkapnya.

Saat ditanya apakah sisanya akan difokuskan untuk dalam negeri, ia menjawab singkat, "Siap (iya)."

Untuk mendukung rencana tersebut, Bulog juga mulai melakukan penjajakan dengan perwakilan perdagangan negara mitra.

"Kami juga sudah tawarkan ke atase perdagangan masing-masing negara-negara tetangga, kita coba mulai lobi. Mungkin ada yang berkenan, nanti kita koordinasikan harganya berapa," ujarnya.

Adapun skema harga, lanjutnya, akan menyesuaikan kondisi pasar global. "Karena kan biasanya kalau sekarang ikuti harga dunia, harga berasnya gitu," ucap dia.

Lebih jauh, Rizal mengingat perihal negara tujuan ekspor saat ini masih dalam tahap proyeksi awal.

"Nah ini sedang proyeksi penjajakan, nanti kalau ada hasilnya pasti kami laporkan segera ke teman-teman," pungkasnya.

caption foto: Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani saat ditemui di kantor pusat BNPB, Jakarta, Jumat (9/1/2026).

(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |