RI Hapus Bea Masuk Suku Cadang Pesawat, 3.000 Orang Bakal Dapat Kerja

6 hours ago 8

Jakarta, CNBC Indonesia - Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengumumkan paket kebijakan terbaru pemerintah merespons efek domino ketegangan geopolitik di Timur Tengah akibat perang Israel-AS terhadap Iran.

Salah satunya, membebaskan bea masuk impor suku cadang pesawat jadi nol persen. Tahun lalu, kata dia, nilai bea masuk impor suku cadang pesawat berkisar Rp500 miliar.

Kebijakan ini akan berdampak pada industri penerbangan RI, terutama subsektor reparasi dan pemeliharaan. Bahkan, akan menciptakan pergerakan ekonomi yang signifikan.

"Untuk menjaga dan meningkatkan daya saing ekosistem industri penerbangan, pemerintah juga memberikan insentif penurunan bea masuk untuk suku cadang pesawat jadi nol persen," kata Menko bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers terkait Kebijakan Transportasi dan BBM di kantor Kemenko Perekonomian, Senin (6/4/2026)

"Kebijakan ini diharapkan dapat menekan biaya operasional maskapai penerbangan," sambungnya.

Kata Airlangga, kebijakan ini untuk memperkuat daya saing industri MRO (maintenance, repair, and operations atau overhaul).

"Dengan potensi aktivitas ekonomi meningkat sekitar US$700 juta (atau setara Rp11,92 triliun dengan asumsi kurs Rp17.030/US$1 pada penutupan perdagangan hari ini, Senin (6/4/2026) menurut Refinitiv) per tahun. Tentunya bisa mendukung output PDB bisa sampai US$1,49 miliar (atau setara Rp25,3 triliun) dan menciptakan lapangan kerja langsung sekitar 1.000 orang dan tidak langsung mendekati 3 kali," papar Airlangga.

Kebijakan ini, sambungnya, akan ditindaklanjuti penerbitan regulasi teknis Peraturan Menteri Keuangan dan Peraturan Menteri Perindustrian.

"Seluruh kebijakan ini adalah bagian dari dukungan pemerintah kepada kesinambungan industri penerbangan nasional. Serta menjaga aktivitas ekonomi yang efisien, efektif, dan berdaya tahan," ucap Airlangga.

Dalam kesempatan sama, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi berterima kasih kepada Menko Perekonomian dan Menteri Keuangan atas penghapusan bea masuk tersebut.

"Ke depan diharapkan dengan pengurangan atau penghapusan bea masuk akan mengurangi beban operasional maskapai penerbangan kita," kata Dudy.

"Kami berharap kebijakan tadi adalah untuk menjaga keseimbangan keberlanjutan industri penerbangan dan menjaga daya beli masyarakat. Mudah-mudahan kebijakan ini dapat diterima baik oleh masyarakat," ucapnya.

(dce/dce) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |