Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah meluncurkan program stimulus ekonomi di momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), yakni Lebaran Idulfitri 2026. Insentif ini diharapkan bisa membawa berkah ke sejumlah sektor.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan peluncuran Program Stimulus Ekonomi, diharapkan dapat meningkatkan mobilitas dan menjaga daya beli masyarakat, serta sekaligus mampu memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
"Lebaran Idulfitri terbukti di periode yang lama, termasuk Nataru meningkatkan mobilitas masyarakat dan kegiatan pariwisata sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal keempat yang kemarin sampai dengan 5,39%," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Konferensi Pers Stimulus Ekonomi HBKN Idulfitri 2026: Diskon Tarif Transportasi, WFA, dan Bantuan Pangan di Jakarta, dikutip Rabu (11/2/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Airlangga juga menyampaikan bahwa terjadi lonjakan mobilitas masyarakat dalam setiap periode HBKN termasuk peningkatan jumlah kunjungan wisatawan di berbagai daerah.
Dengan dukungan Pemerintah melalui Program Stimulus Ekonomi, ini diharapkan dapat memudahkan masyarakat untuk merencanakan perjalanan selama libur HBKN dan sekaligus membantu mengurangi kemacetan yang kerap terjadi selama periode libur tersebut.
"Peningkatan mobilitas pada periode Lebaran dan Idulfitri 2025 itu mencapai mobilitas masyarakat 154,62 juta orang dan libur Nataru 110,43 juta, dan secara year on year satu tahun di tahun 2025 itu 5,11%, dan pada Desember penyumbang wisman 1,41 juta dan wisnus 105,98 juta," jelas Menko Airlangga.
Dalam rangka HBKN Idulfitri 2026, Pemerintah kembali merilis stimulus berupa diskon tarif transportasi dengan total anggaran yang dipersiapkan mencapai sebesar Rp911,16 miliar.
Untuk moda transportasi kereta api, diberikan potongan tarif sebesar 30% dari harga tiket untuk periode perjalanan 14-29 Maret 2026 dan angkutan laut PT Pelni diberikan diskon 30 persen dari tarif dasar untuk periode perjalanan 11 Maret-5 April 2026.
Selain itu, angkutan penyeberangan ASDP diberikan pembebasan tarif jasa kepelabuhanan pada 12-31 Maret 2026, serta angkutan udara diberikan diskon tarif 17-18 persen dari harga tiket untuk penerbangan domestik kelas ekonomi pada 14-29 Maret 2026. Pembelian tiket untuk periode perjalanan yang mendapatkan diskon tarif transportasi tersebut dapat dilakukan masyarakat mulai tanggal 11 Februari 2026.
Pemerintah juga akan menerapkan skema Work From Anywhere (WFA) atau Flexible Working Arrangement (FWA) pada tanggal 16, 17, 25, 26, dan 27 Maret 2026 bagi ASN dan pekerja swasta untuk mengoptimalisasi dampak positif lonjakan mobilitas masyarakat dalam periode libur HBKN tahun ini.
Lebih lanjut, dia memastikan Pemerintah juga telah menyiapkan skema Bantuan Pangan berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan bagi sekitar 35,04 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan estimasi anggaran mencapai sebesar Rp11,92 triliun, yang akan diserahkan sekaligus untuk dua bulan di awal bulan Ramadan.
Melalui pelaksanaan Stimulus Ekonomi HBKN Idulfitri 2026 ini, Pemerintah berharap peningkatan mobilitas masyarakat dapat berlangsung lebih terkelola, aktivitas ekonomi daerah tetap terjaga, serta kontribusi sektor transportasi dan pariwisata terhadap perekonomian nasional terus berlanjut.
"Catatan terakhir, kami harapkan seluruh unit usaha, termasuk BUMN yang menjalankan program diskon, dapat menjaga agar pelaksanaannya berjalan dengan baik sampai dengan implementasinya. Hal ini juga termasuk industri swasta yang telah diberikan pengaturan dan regulasi terkait dengan program tersebut," pungkas Airlangga.
Saham Potensial Dapat Berkah
Stimulus ini pada dasarnya mendorong konsumsi rumah tangga, yang kontribusinya sekitar 50-55% terhadap PDB Indonesia. Artinya, sektor yang paling diuntungkan biasanya adalah consumer, ritel, transportasi, dan logistik.
1. Perusahaan Consumer Goods
Stimulus pangan dan pencairan THR umumnya mendorong peningkatan konsumsi barang kebutuhan sehari-hari. Kondisi ini berpotensi memberikan sentimen positif bagi sejumlah emiten sektor barang konsumsi.
Beberapa perusahaan yang berpotensi memperoleh manfaat antara lain PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP). Permintaan terhadap produk mi instan dan minuman biasanya meningkat selama periode Ramadan seiring perubahan pola konsumsi masyarakat.
Selain itu, PT Mayora Indah Tbk (MYOR) juga berpotensi terdorong oleh kenaikan permintaan produk biskuit, kopi, dan permen yang kerap menjadi konsumsi tambahan selama bulan puasa.
Sementara itu, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) diperkirakan turut merasakan dampak positif dari meningkatnya konsumsi produk kebutuhan rumah tangga dan personal care menjelang Ramadan dan Idulfitri.
Tak sedikit, produk mereka dijadikan hamper untuk hantara ke orang-orang terkasih di momen Ramadan.
2. Perusahaan Ritel Modern
Diskon transportasi serta pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) umumnya mendorong peningkatan aktivitas belanja masyarakat. Tambahan pendapatan yang diterima menjelang Lebaran sering kali dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pokok, persiapan mudik, hingga berbagai kebutuhan rumah tangga lainnya.
Kondisi tersebut berpotensi memberikan dampak positif bagi emiten ritel modern seperti PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) yang mengelola jaringan minimarket Alfamart, serta PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) sebagai operator Alfamidi. Kedua perusahaan ini memiliki jaringan toko yang luas dan menjangkau hingga wilayah permukiman, sehingga menjadi salah satu kanal utama masyarakat dalam membeli kebutuhan sehari-hari.
3. Transportasi
Deretan perusahaan transportasi juga diharapkan mendapatkan berkah dari diskon tarif transportasi, apalagi momentum mudik lebaran sebentar lagi dimulai.
Salah satunya PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) yang melayani penerbangan domestik dan internasional. Lonjakan permintaan tiket pesawat selama periode mudik berpotensi meningkatkan tingkat keterisian kursi atau load factor pada rute-rute utama.
Selain itu, PT Indonesia Transport & Infrastructure Tbk (CMPP) yang menaungi maskapai AirAsia Indonesia juga berpotensi memperoleh manfaat dari meningkatnya permintaan perjalanan udara. Tarif yang relatif kompetitif serta jaringan rute domestik yang cukup luas membuat maskapai berbiaya rendah biasanya menjadi pilihan masyarakat selama musim mudik.
Di sektor transportasi darat, PT WEHA Transportasi Indonesia Tbk (WEHA) juga berpotensi merasakan dampak positif. Perusahaan ini dikenal melalui layanan bus pariwisata dan transportasi antarkota yang kerap mengalami peningkatan permintaan selama periode libur panjang dan arus mudik Lebaran.
4. Logistik
Meningkatnya konsumsi masyarakat selama Ramadan dan menjelang Idulfitri juga berdampak pada aktivitas distribusi barang.
Lonjakan permintaan terhadap berbagai kebutuhan rumah tangga, makanan, hingga produk ritel mendorong peningkatan volume pengiriman di sektor logistik.
Kondisi ini berpotensi memberikan dampak positif bagi perusahaan yang bergerak di bidang distribusi dan pengiriman barang.
Di lantai bursa, ada dua perusahaan logistik yang listing yaitu PT SAP Express Tbk (SAPX) dan PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) yang memiliki anak usaha AnterAja.
Sanggahan : Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(mae/mae)
Addsource on Google
















































