Prabowo akan Larang Ekspor Jelantah Sawit, Mau Genjot Produksi Avtur

3 hours ago 6

Bogor, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan rencana melakukan pelarangan ekspor minyak jelantah. Hal tersebut diungkapkan Prabowo dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Pusat Daerah Tahun 2026, di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2025).

Prabowo mengatakan, Indonesia bisa menjadi produsen bahan bakar pesawat, yaitu avtur terbesar di dunia. Menurutnya, salah satu bahan baku pembuatan avtur adalah limbah kelapa sawit jelantah.

"Sehingga maaf bangsa-bangsa lain, saya tutup. Saya larang ekspor limbah kelapa sawit, ekspor jelantah. Harus untuk kepentingan rakyat Indonesia dulu," ujar Prabowo.

Menurut Prabowo, saat ini pemerintah sedang mengejar swasembada energi. Produk lain yang berasal dari turunan kelapa sawit yang didorong pemerintah antara lain campuran minyak nabati untuk bahan bakar mesin diesel atau biosolar.

"Biosolar itu membuat kita bebas dari ketergantungan luar. Yang mau pakai bensin terus silahkan. Ya orang kaya bayar aja. Nggak apa-apa, harga dunia. Tapi rakyat kita bisa hidup dengan solar," kata Prabowo.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengatakan bahwa banyak kepala negara di dunia yang mengincar minyak sawit dari Indonesia. Permintaan itu dari Mesir, Pakistan, Rusia, hingga Belarusia.

"Saya keliling dunia, hampir semua pemimpin negara minta ke saya, kami mohon Indonesia tolong suplai kelapa sawit. CPO. Saya ke Mesir, saya ke Pakistan, saya ke Rusia, saya ke Belarus. Di mana-mana. Tolong kelapa sawit, artinya it's a very strategic commodity," ujarnya.

(miq/miq)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |