Jakarta, CNBC Indonesia - Banjir yang sering terjadi saat hujan deras mengguyur wilayah Jabodetabek bukan semata hanya karena tingginya curah hujan. Namun, pemerintah mengakui, permasalahan banjir di wilayah Jabodetabek juga dipicu kondisi sungai yang mengalami penyempitan akibat sedimentasi serta penumpukan sampah.
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane David Partonggo Oloan Marpaung mengatakan faktor utama banjir sebenarnya adalah debit air yang melampaui kapasitas tampung sungai.
"Penyebab banjir yang pertama adalah debit banjir yang melebihi kapasitas tampung sungai," kata David kepada CNBC Indonesia, Senin (9/3/2026).
Namun kondisi tersebut menjadi lebih buruk karena sejumlah faktor tambahan yang menghambat aliran air.
"Hal itu diperparah dengan sedimentasi yang memperkecil kapasitas sungai dan juga tumpukan sampah yang menghambat aliran," ujarnya.
Menurutnya, kombinasi antara curah hujan tinggi, penyempitan sungai, dan sumbatan sampah dapat membuat banjir semakin sulit dikendalikan.
"Ketika hujan menyebabkan debit air melebihi kapasitas sungai, lalu sungainya menyempit karena sedimentasi dan ada sumbatan sampah, maka banjir menjadi semakin parah," jelasnya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, pihaknya terus memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah dalam menjaga kondisi sungai.
Upaya tersebut mencakup kegiatan pengerukan sungai serta pembersihan sampah secara berkala.
"Kami bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam pembersihan sampah dan juga melakukan pengerukan sungai secara berkala," kata David.
Selain itu, sistem peringatan dini juga terus dikembangkan untuk memberikan informasi lebih cepat kepada masyarakat.
Sistem tersebut memanfaatkan sensor curah hujan yang dipasang di wilayah hulu untuk memprediksi debit air yang akan mengalir ke wilayah hilir.
"Kami memasang sensor di hulu sehingga bisa mengetahui berapa jam kemudian air akan tiba di hilir dan berapa besar debitnya," ujarnya.
Dengan informasi tersebut, pemerintah dapat melakukan langkah mitigasi lebih awal sekaligus memberi peringatan kepada masyarakat.
"Mitigasi itu kami sampaikan kepada masyarakat agar mereka bisa bersiap ketika debit air mulai meningkat," kata David.
(dce/dce)
Addsource on Google

















































