Perang Gaib di Selat Hormuz, Tukar Serangan Tak Terlihat

8 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Perang Iran tak hanya menggunakan peluru dan bom. Namun, ternyata ada "serangan gaib" gelombang elektromagnetik yang tak terlihat namun tersimpan di Selat Hormuz.

Ternyata gelombang elektromagnetik ini memiliki dampak yang cukup besar. Misalnya, gangguan GPS yang bisa menyebabkan komunikasi terhambat hingga kecelakaan fatal.

Gangguan ini mempengaruhi kapal-kapal yang berada di dalam dan sekitar Hormuz. Gangguan GPS tersebut berdampak pada Sistem Identifikasi Otomatis (AIS) kapal.

"Kita tidak bisa meremehkan bahaya besar yang ditimbulkan pada navigasi dan keselamatan maritim," jelas analis intelijen maritim senior di perusahaan AI maritim bernama Windward, Michelle Wiese Bockmann, dikutip dari BBC, Jumat (13/3/2025).

AIS digunakan agar kapal bisa menghindari satu sama lain, termasuk menghindari tabrakan. Risiko tabrakan bisa terjadi saat malam hari hingga kondisi jarak pandang yang buruk.

Hal ini mengingat butuh waktu lama untuk kapal tanker sepanjang 300 meter untuk berbelok dan berhenti. Bahkan butuh beberapa kilometer sebelum akhirnya menyesuaikan haluannya.

Belum diketahui siapa yang berada di balik gangguan gelombang elektromagnetik di Selat Hormuz itu. Namun, sejumlah analis militer memperkirakan dalang di baliknya adalah Iran.

Pasalnya Iran sempat mengancam akan menyerang kapal manapun yang mencoba melewati Selat Hormuz. Pernyataan itu datang setelah aksi saling serang terjadi antara Iran dan Israel terjadi beberapa waktu lalu.

Kemungkinan besar alat pengganggu sinyal GPS atau Sistem Navigasi Satelit Global (GNSS) yang digunakan Iran berasal dari dalam negeri. Kemungkinan lainnya didapatkan dari Rusia atau China, ungkap oleh Thomas Withington, selaku rekan peneliti di Royal United Services Institute.

(dem/dem)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |