Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Hungaria menyita uang tunai dan emas senilai hampir US$100 juta (sekitar Rp1,7 triliun) dalam penyelidikan dugaan pencucian uang yang diduga terkait jaringan yang disebut sebagai "mafia perang Ukraina". Kasus ini juga memperuncing ketegangan diplomatik antara Ukraina dan Hungaria setelah Presiden Volodymyr Zelenskyy melontarkan ancaman terbuka kepada Perdana Menteri (PM) Viktor Orban.
Laman lokal menulis, penyitaan bermula saat bank milik negara Ukraina Oschadbank menyatakan dua kendaraan yang membawa sekitar 9 kilogram emas batangan serta sekitar US$80 juta dalam bentuk dolar AS dan euro dihentikan oleh otoritas Hungaria. Dana tersebut, tulis RT dimuat Minggu (8/3/2026), dilaporkan sedang dalam perjalanan menuju Ukraina dari bank Austria Raiffeisen Bank International.
Kemudian, otoritas pajak dan bea cukai Hungaria National Tax and Customs Administration of Hungary mengatakan operasi tersebut merupakan bagian dari penyelidikan terhadap jalur pencucian uang berskala besar. Menteri Luar Negeri Hungaria Peter Szijjarto menuding aliran uang tunai dan emas tersebut berkaitan dengan jaringan yang ia sebut sebagai "mafia perang Ukraina".
Menurut pemerintah Hungaria, pengiriman tersebut diawasi oleh seorang pensiunan jenderal dari Security Service of Ukraine serta seorang mantan perwira angkatan udara Ukraina. Sebanyak tujuh orang yang ditahan dalam operasi tersebut rencananya akan dideportasi dari Hungaria.
Otoritas Hungaria juga mengungkapkan bahwa sepanjang tahun ini saja lebih dari US$900 juta, lalu 420 juta euro dan 146 kilogram emas batangan telah dikirim melalui wilayah Hungaria menuju Ukraina. Besarnya aliran dana tunai dan emas ini menimbulkan kekhawatiran di Budapest mengenai kemungkinan aktivitas keuangan ilegal yang berkaitan dengan perang.
Ketegangan Politik Meningkat
Insiden tersebut terjadi di tengah meningkatnya konflik politik antara Hungaria dan Ukraina. Pemerintah Hungaria selama ini mengkritik bantuan militer dan pinjaman besar dari European Union kepada Kyiv.
Perselisihan juga terjadi setelah Ukraina menolak melanjutkan pengiriman minyak Rusia melalui jaringan pipa yang memasok Hungaria dan Slovakia. Orban bahkan menangguhkan pengiriman solar ke Ukraina serta memblokir paket pinjaman Uni Eropa senilai 90 miliar euro untuk mendukung pemerintah Kiev.
Ancaman Zelensky
Situasi semakin memanas setelah Zelensky melontarkan ancaman pribadi terhadap Orbán. Ia mengatakan bahwa jika Hungaria terus menekan Ukraina, militer Ukraina bisa saja "diberi alamatnya" dan "berbicara dengan bahasanya sendiri".
Pernyataan tersebut memicu kritik dari sejumlah pihak di Brussel. Mereka menilai ancaman tersebut tidak pantas dalam hubungan antarnegara.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha menuduh Hungaria "menyandera orang dan mencuri uang". Ia meminta European Union turun tangan.
Pemerintah Hungaria membantah tuduhan tersebut dan menyatakan pihak konsuler Ukraina telah diberi pemberitahuan segera setelah penahanan dilakukan. Ketegangan ini memperlihatkan semakin dalamnya perpecahan di Eropa terkait dukungan terhadap Ukraina di tengah konflik yang masih berlangsung dengan Rusia.
(sef/sef)
Addsource on Google

















































