Muncul Godzilla El Nino! Jawa Diserang Suhu Panas Mendidih-Hujan Seret

3 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memprediksi kedatangan 'Godzilla' El Nino pada April 2026. Fenomena ini akan diperkuat Indian Ocean Dipole (IOD) positif. Efeknya bisa menyebabkan musim kemarau di Indonesia menjadi lebih panjang dan kering hingga hujan makin jarang turun.

Mengutip keterangan BRIN, Minggu (22/3/2026), El Nino mulai terjadi sejak April 2026 hingga Oktober 2026. Pembentukan awan dan hujan terkonsentrasi di atas Samudra Pasifik. Sebaliknya wilayah Indonesia mengalami minim awan dan hujan.

Sementara itu, fenomena IOD Positif di Samudra Hinda diindikasikan dengan pendinginan suhu permukaan laut di dekat Sumatra dan Jawa. Sehingga menyebabkan wilayah di Indonesia akan mengalami pengurangan hujan yang signifikan.

Lalu untuk kondisi dampak El Nino-IOD Positif pada April-Juli 2026, data dari model prediksi musim yang dikembangkan BRIN menunjukkan kemarau yang bersifat kering terjadi di sebagian besar Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara Timur. Sebaliknya wilayah di Sulawesi dan Maluku, Halmahera, Maluku, sebagaian besar masih akan mengalami curah hujan tinggi.

Pejalan kaki menggunakan payung untuk menghindari terik matahari di kawasan Jembatan Pinisi di halte busway Karet, Jakarta, Selasa (19/12/2023). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)Foto: Pejalan kaki menggunakan payung untuk menghindari terik matahari di kawasan Jembatan Pinisi di halte busway Karet, Jakarta, Selasa (19/12/2023). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Pejalan kaki menggunakan payung untuk menghindari terik matahari di kawasan Jembatan Pinisi di halte busway Karet, Jakarta, Selasa (19/12/2023). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

BRIN pun menyebut mitigasi pemerintah diperlukan untuk:

  • Dampak kekeringan di selatan Indonesia yang dapat mengancam lumbung padi nasional khususnya di Pantura Jawa
  • Dampak banjir di wilayah timur Indonesia karena cuaca hujan tinggi selama kemarau (Sulawesi, Halmahera, Maluku)
  • Dampak Karhutla di sebagian wilayah Sumatra dan Kalimantan meskipun khususnya bagian utara kedua pulau ini tetap akan mengalami hujan yang tinggi
  • Mengoptimalkan produksi garam untuk mencapai swasembada garam 2026-2027 khususnya di Selatan Indonesia

"Oleh karena itu pemerintah perlu mewaspadai dampak kekeringan yang dapat mengancam lumpung pangan nasional di wilayah Pantura Jawa, selain itu dampak Karhutla di Kalimantan dan Sumatra juga harus dimitigasi. Namun di saat yang bersamaan, pemerintah juga sebaiknya menyiapkan strategi untuk menangani kelebihan curah hujan di wilayah Sulawesi, Halmahera, Maluku atau dampaknya terhadap banjir dan longsor," ungkap Periset Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRI Erma Yulihastin.

(wur/wur)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |