Krisis Pangan Hantui Dunia Efek Perang-El Nino, Amran Ungkap Nasib RI

6 hours ago 9

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Amran Sulaiman memastikan kondisi pangan Indonesia tetap aman di tengah ancaman krisis pangan global yang menghantui banyak negara.

Menurutnya, krisis pangan global saat ini dipicu oleh fenomena iklim ekstrem, seperti El Nino 'Godzila', kemudian diperparah dengan memanasnya tensi geopolitik di Timur Tengah.

"Yang pertama, krisis pangan dunia dihadapi karena ada El Nino 'Godzilla', (dan) ada geopolitik memanas atau apapun. Indonesia Alhamdulillah," kata Amran kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Di balik kondisi tersebut, Amran melihat adanya peluang yang bisa dimanfaatkan Indonesia, terutama di sektor pertanian.

"Jadi gini, kondisi kalau ada aksi-reaksi kan terjadi, kalau ada krisis atau apapun, pasti ada sisi positifnya. Memanfaatkan sisi positifnya. Nah itulah pertanian. Memanfaatkan momentum ini. Mumpung harganya bagus, kita genjot ekspor," jelasnya.

Amran pun menyebut capaian sektor pangan nasional mulai menunjukkan hasil positif, baik dari sisi ekspor maupun penurunan impor.

"Tahu nggak ekspor kita dapat Rp160 triliun lebih, kenaikan ekspor kita. Impor kita turun Rp41 triliun. Hebat kan?" ucap dia.

Menurutnya, kondisi Indonesia yang relatif aman dibanding negara lain tidak lepas dari kebijakan pemerintah.

"Indonesia Alhamdulillah, orang was-was. Itu berkah kebijakan Bapak Presiden (Prabowo Subianto)," ujarnya.

Dengan kondisi produksi yang terjaga, Indonesia bahkan mulai bersiap mengekspor pangan ke negara lain dalam waktu dekat.

"Yang kedua, kalau ini bisa kita atasi 2-3 bulan ke depan, nah itu bisa kita ekspor ke negara lain," kata Amran.

Salah satu negara tujuan yang tengah dijajaki adalah Malaysia. Amran menyebut prosesnya sudah berjalan bersama Perum Bulog.

"Ya, sudah mau ekspor, karena memang aku tugasi, staf khusus saya dengan Bulog jajaki (Malaysia). Karena kayaknya harus ekspor. Dan itu kebanggaan kita. Itu adalah milestone, tonggak sejarah, bahwa Indonesia bisa membantu negara sahabat," ujarnya.

Ia menegaskan, rencana ekspor tersebut didukung oleh kondisi stok pangan nasional yang melimpah, khususnya beras.

"Iya, stok kita banyak. Gudangnya kita sudah sewa, sampai hari ini (stok cadangan beras pemerintah/CBP) 4,8 juta ton. Saya tanya, selama Merdeka pernah nggak sewa gudang? Boro-boro sewa gudang, penuh saja nggak. Tertinggi itu (sebelumnya) stok CBP hanya 2,6 juta ton. Sekarang sudah 4,8 juta ton," ungkap Amran.

Sebelumnya, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani mengungkapkan adanya peluang ekspor beras ke Malaysia dengan volume mencapai 200 ribu ton. Namun, rencana tersebut saat ini masih dalam tahap penjajakan.

"Kemarin salah satu direktur kami diminta berangkat ke Malaysia. Karena di Malaysia ada permintaan impor beras tidak kurang dari 200 ribu ton," kata Rizal saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Senin (13/4/2026).

Ia menyebut jumlah permintaan tersebut tergolong besar dan membuka peluang bagi Indonesia, untuk masuk ke pasar negara tetangga.

"Ini cukup besar jumlahnya. Nah sekarang sedang dijajaki," ujarnya.

Menurut Rizal, jika penjajakan ini berhasil, ekspor beras dapat menjadi peluang strategis bagi Indonesia di tengah kondisi stok domestik yang kuat.

"Mudah-mudahan bisa memberikan peluang ekspor kita ke negara tetangga Indonesia," sebut dia.

Di sisi lain, ia memastikan rencana ekspor tidak akan mengganggu kebutuhan dalam negeri, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, terkait stabilitas pasokan dan harga pangan.

"Jadi sesuai dengan arahan Bapak Presiden. Jadi sudah ditentukan pada saat beliau memimpin rapat di istana kemarin. Tidak ada kenaikan harga pangan. Termasuk harga beras. Jadi tidak ada kenaikan harga pangan, maupun harga beras. Yang mana kita ketahui bersama, beras kita juga dalam posisi yang luar biasa cadangan stoknya," kata Rizal.

Dengan kondisi tersebut, Bulog memastikan stabilitas harga tetap terjaga bagi masyarakat.

"Jadi kami yakinkan tidak ada kenaikan harga pangan, khususnya beras untuk masyarakat Indonesia," pungkasnya.

(wur)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |