Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung pada hari Kamis menyerukan pemerintah untuk segera meluncurkan program senilai 100 triliun won atau setara US$68 miliar atau Rp1,149,06 triliun untuk menstabilkan pasar keuangan negara. Rencana besar ini sehubungan dengan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah sebagai ancaman terhadap kepercayaan pasar.
Mengutip The Korean Times, dalam pidato pembukaannya pada rapat Kabinet hari Kamis, Lee memperingatkan bahwa krisis yang memburuk di Timur Tengah memperburuk lingkungan ekonomi dan keamanan global. Ia menyoroti pasar keuangan menghadapi ketidakpastian yang semakin meningkat, sementara ketidakstabilan pasokan energi dan kondisi perdagangan dapat menciptakan kesulitan yang lebih luas di seluruh perekonomian.
Lee juga menyerukan strategi jangka menengah hingga panjang untuk mendiversifikasi sumber impor energi guna mengelola volatilitas pasokan dan harga energi, yang secara langsung mempengaruhi perekonomian yang lebih luas dan kehidupan sehari-hari.
Pada saat yang sama, ia memerintahkan pihak berwenang untuk menindak upaya-upaya untuk mengeksploitasi lingkungan pasar yang bergejolak melalui penimbunan, penumpukan, atau pengambilan keuntungan yang berlebihan, menekankan bahwa pemerintah akan merespons dengan tegas.
"Tampaknya beberapa pihak mencoba mengambil keuntungan dari krisis nasional tanpa menghiraukan kesulitan orang lain," kata Lee, dikutip dari The Korean Times, Kamis (5/3/2026).
"Pada kenyataannya, tidak ada gangguan yang signifikan secara objektif terhadap pasokan minyak, namun harga bensin di SPBU melonjak secara tak terduga."
Lee menggarisbawahi bahwa pemerintah akan membahas kemungkinan langkah-langkah untuk menanggapi lonjakan harga bahan bakar yang tiba-tiba ini.
Presiden lebih lanjut menekankan perlunya dukungan pembiayaan kebijakan yang cepat dan luas untuk sektor-sektor yang diperkirakan akan terkena dampak langsung krisis ini, khususnya perusahaan-perusahaan yang sangat bergantung pada ekspor Timur Tengah dan industri pelayaran.
Selain itu, Lee menginstruksikan kementerian terkait untuk mengidentifikasi warga negara Korea yang saat ini berada di wilayah tersebut dan menyiapkan rencana evakuasi darurat yang akan digunakan jika situasi memburuk.
"Sambil memastikan keselamatan warga negara kita di lapangan, pastikan untuk memiliki rencana evakuasi yang cepat dan aman yang siap berkoordinasi dengan negara-negara sekutu jika diperlukan," kata Lee.
Ia menekankan mobilisasi semua sumber daya yang tersedia, termasuk pesawat militer, penerbangan sewaan, dan jalur darat. Mengutip CNBC, Indeks Kospi Korea Selatan anjlok lebih dari 12% pada hari Rabu.
(ayh/ayh)
Addsource on Google
















































