Intip Kinerja 4 Emiten Prajogo Pangestu, Siapa Paling Moncer?

4 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Catatan terkini empat emiten milik Prajogo Pangestu terpantau sudah merilis kinerja keuangan sepanjang 2025. Mayoritas hasilnya moncer, laba berhasil naik signifikan sampai ada yang turnaround dari rugi menjadi laba.

Empat emiten itu diantaranya ada PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Petrosea Tbk (PTRO), PT Chandra Asri Pacific Tbk (CDIA), dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA).

Berikut kami ulas saham per satu:

BREN

Pada 2025, BREN membukukan laba bersih sebesar US$165 juta atau sekitar Rp2,8 triliun, naik 6,5% YoY dari US$155 juta pada 2024. Pertumbuhan laba ini melampaui kenaikan pendapatan yang relatif tipis.

Sepanjang tahun, pendapatan BREN tercatat US$605 juta, naik 1,4% YoY, dengan EBITDA sebesar US$518 juta dan margin yang tetap sangat tinggi di 85,6%. Peningkatan profitabilitas terutama didorong oleh penurunan biaya keuangan 11,6% setelah perseroan melakukan optimalisasi struktur utang.

Dari sisi operasional, kapasitas terpasang bruto meningkat menjadi 910 MW, naik 2,7% YoY berkat penyelesaian retrofit Salak dan kontribusi Unit Binary Salak.

Ke depan, BREN menargetkan kapasitas panas bumi melampaui 1 GW pada 2026, dengan proyek Salak Unit 7 dan Wayang Windu Unit 3 ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2026. Dalam jangka panjang, perseroan menargetkan kapasitas geothermal mencapai 1,9 GW pada 2032.

PTRO

PTRO mencatat lonjakan kinerja yang signifikan sepanjang 2025 dengan laba bersih sekitar US$34 juta atau Rp540 miliar, melonjak sekitar 197% YoY. Peningkatan ini didorong oleh pertumbuhan aktivitas di segmen jasa kontraktor tambang serta kontribusi kuat dari proyek EPC dan EPCI offshore.

Sepanjang tahun, PTRO berhasil menyelesaikan sejumlah proyek EPCI offshore sesuai target, yang turut memperkuat kinerja operasional perseroan. Kinerja ini menandai fase pemulihan yang kuat bagi PTRO setelah sebelumnya mengalami tekanan margin pada beberapa tahun sebelumnya.

CDIA

CDIA mencatat pertumbuhan laba yang sangat signifikan pada 2025 dengan laba bersih sekitar Rp2 triliun, meningkat hampir tiga kali lipat YoY. Sementara itu, pendapatan perseroan tercatat sekitar Rp2,4 triliun.

Pertumbuhan ini didorong oleh kontribusi dari bisnis infrastruktur energi, utilitas, dan logistik industri yang menjadi bagian penting dari ekosistem industri Barito Group. Kinerja ini menunjukkan CDIA mulai berkembang sebagai platform infrastruktur dan utilitas industri yang menopang bisnis inti grup.

TPIA

Perbaikan paling drastis terjadi pada TPIA. Setelah mencatat kerugian selama tiga tahun berturut-turut, perusahaan petrokimia ini berhasil membukukan laba bersih sekitar US$1,1 miliar pada 2025.

Pemulihan ini didorong oleh membaiknya siklus industri petrokimia global, efisiensi operasional, serta kontribusi dari ekspansi bisnis yang dilakukan perseroan dalam beberapa tahun terakhir. Kinerja tersebut menandai turnaround besar bagi TPIA sekaligus mengembalikan posisinya sebagai salah satu mesin laba utama dalam ekosistem bisnis Prajogo Pangestu.

Sanggahan : Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(mae/mae)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Photo View |