Dampak Positif Kebijakan WFH ASN-Swasta ke Ekonomi RI

4 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah menegaskan kebijakan Work From Anywhere (WFA) saat ini masih dalam tahap pembahasan dan belum final. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

"Masih ada pembahasan. Belum final," katanya kepada awak media di Kantor Kemenko Ekonomi, Jakarta dikutip Jumat (27/3/2026).

Saat ditanya mengenai kapan pengumuman kebijakan tersebut oleh wartawan, dia hanya mengatakan: "Ya nanti akan diumumkan".

Pemerintah mewacanakan kebijakan Work From Home atau WFH sebanyak satu hari dalam seminggu untuk menghemat konsumsi BBM di tengah gejolak dunia. Rencana kebijakan penerapan WFA ini telah dibahas dalam rapat yang dipimpin Airlangga pada awal minggu ini secara daring.

Rapat tersebut turut dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, serta Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Tito menjelaskan, dalam rapat itu juga membahas kebijakan WFA bagi aparatur sipil negara (ASN) untuk penghematan bahan bakar minyak (BBM), pascalonjakan harga minyak global. Meskipun begitu, dia masih belum mau membeberkan detail terkait rencana itu.

Tito mengatakan salah satu skema yang dipertimbangkan adalah WFH selama satu hari dalam seminggu. Meskipun dia belum mau membeberkan kapan rencana itu akan diterapkan.

Terkait dengan aturan ini, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai hari yang paling tepat untuk melangsungkan kebijakan tersebut adalah Jumat. Pasalnya, dampaknya terhadap tekanan produktivitas paling rendah pada hari tersebut.

"Jumat kan paling pendek jam kerjanya. Jadi loss ke produktivitas dianggap paling kecil. Sementara perjalanannya sama dari sini ke kantor," kata Purbaya di kantornya, Jakarta, Rabu (25/3/2026).

Ekonom menilai kebijakan Work From Anywhere atau WFA bagi pekerja di Tanah Air sebanyak satu hari dalam seminggu yang diwacanakan pemerintah cukup tepat untuk menghemat konsumsi BBM di tengah gejolak dunia.

Kepala Ekonom BCA David Sumual mengatakan kebijakan WFA tersebut mampu menjadi cara untuk menghemat konsumsi dan juga berpotensi berdampak ke penghematan impor BBM di tengah tingginya harga minyak global akibat perang di Timur Tengah.

"Jadi konsumsi kita lebih tinggi dari produksi minyak kita yang juga cenderung turun. Sekarang kan sekitar 600 ribu barrel per hari jadi harus diimpor. Jadi memang di harga yang tinggi itu juga beban bagi APBN karena kan subsidi-nya juga membengkak gitu ya," ucap David saat dihubungi CNBC Indonesia pada Rabu (25/3/2026).

Meskipun demikian, David tidak menampik ada konsekuensi yakni terdampaknya sektor mobilitas dan UMKM.

"Di harga yang tinggi itu juga beban bagi APBN karena kan subsidi-nya juga membengkak gitu ya," ucap David saat dihubungi CNBC Indonesia pada Rabu (25/3/2026).

Meskipun demikian, David tidak menampik ada konsekuensi yakni terdampaknya sektor mobilitas dan UMKM.

"Kalau ini (WFA) dilakukan juga bisa mempengaruhi terutama sektor-sektor mobilitas masyarakat. Misalnya logistik, angkutan, dan sektor UMKM seperti pedagang kecil di sekitaran perkantoran," ujar David.

Oleh karena itu, David menyarankan adanya kebijakan tambahan yang dapat melindungi sektor terdampak tersebut misalnya bantuan langsung dari pemerintah seperti saat pandemi Covid silam.

"Mungkin perlu dipikirkan bagaimana mitigasinya ke sektor tersebut. Karena saat pandemi terjadi, saat itu ada bantuan pemerintah," ucapnya.

Sementara Global Markets Economist at Maybank Indonesia Myrdal Gunarto mengatakan bahwa program WFA tersebut sah saja dilakukan untuk penghematan BBM.

"Sah-sah saja dan untuk WFA itu dipakai satu hari. Jadi spiritnya melakukan efisiensi fiskal dengan tidak mengorbankan momentum pertumbuhan ekonomi," ucap Myrdal kepada CNBC Indonesia saat dihubungi pada Rabu (25/3/2026).

Menurutnya, kebijakan WFA ini adalah alternatif yang dipakai pemerintah untuk menghindari kenaikan harga BBM di saat harga minyak mentah dunia melonjak.

(haa/haa)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |