IHSG Masih Keok, Intip Gerak-gerik Asing di Sesi 1

5 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia — Pasar saham Indonesia masih ramai dilepas oleh investor asing. Hal itu tecermin dari net sell yang sebesar Rp 513,4 miliar pada perdagangan sesi I siang ini, Kamis (16/4/2026). Nilai beli asing mencapai Rp 3,2 triliun, sementara nilai jual mencapai Rp 3,7 triliun.

Aksi jual asing tersebut terutama menyasar saham-saham berkapitalisasi besar (big caps), khususnya sektor perbankan dan energi.

Saham yang paling banyak dilepas asing yaitu PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dengan nilai jual bersih mencapai Rp 157,9 miliar, diikuti oleh PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp 96,7 miliar dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar Rp 84,9 miliar.

Selain sektor keuangan, tekanan jual juga terjadi pada saham energi dan komoditas. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dilepas asing sebesar Rp 77 miliar, diikuti PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) Rp 32,1 miliar, serta PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) Rp 27,6 miliar.

Selain itu, aksi jual juga terlihat pada saham tambang seperti PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) sebesar Rp 25,3 miliar dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) sebesar Rp 20 miliar. Selain itu, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) dan PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) juga ramai ditinggal oleh asing.

Di sisi lain, investor juga asing masih mencatatkan pembelian pada sejumlah saham, terutama dari sektor energi, telekomunikasi, dan konsumsi. Saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) menjadi saham yang paling diincar asing dengan nilai Rp 69,3 miliar, diikuti PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) sebesar Rp 40,2 miliar.

Disusul oleh, PT Bakrie and Brother Tbk. (BNBR) mencatatkan pembelian Rp 26,2 miliar dan PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) Rp 23 miliar, serta PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) Rp 22,8 miliar.

Investor asing juga membeli saham konsumer seperti PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) sebesar Rp 18,4 miliar dan sektor energi melalui PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) sebesar Rp 18,1 miliar.

Selain itu, saham tambang emas PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dibeli Rp 16,6 miliar, disusul PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp 14,7 miliar. Selain itu PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) juga masuk daftar net buy dengan nilai Rp 12,6 miliar.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup sesi 1 dengan penurunan 27,49 poin atau -0,36% ke level 7.596,10.

Sebanyak 344 saham naik, 340 turun, dan 275 tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 10,74 triliun, melibatkan 24,18 miliar saham dalam 1,65 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar pun merosot jadi Rp 13.523 triliun.

Pagi tadi IHSG sempat naik lebih dari 1%. Mengutip Refinitiv, IHSG ditopang oleh sektor kesehatan yang naik 5,52%. Hal ini seiring dengan saham emiten rumah sakit Dato Sri Tahir, Sejahteraraya Anugrahjaya (SRAJ) yang terbang 14,5% pada sesi 1 ke level 15.000. SRAJ berkontribusi 8,76 poin ke IHSG.

Akan tetapi sekitar satu jam perdagangan saham Dian Swastatika Sentosa (DSSA) dan Barito Renewables Energy (BREN) mengalami koreksi cukup dalam. DSSA turun 3,28% dan BREN -3,88% sehingga masing-masing menyeret IHSG sebesar -9,7 poin dan -9,22 poin.

(mkh/mkh)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |