Jakarta, CNBC Indonesia - Pengusaha hotel menyiapkan beberapa strategi saat Ramadan agar operasional hotel bisa berjalan normal. Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Maulana Yusran mengatakan banyak hotel sudah menerapkan beberapa langkah saat Ramadan, mulai dari paket buka puasa bersama, promo harga kamar, hingga efisiensi operasional.
"Biasanya, hotel memiliki strategi saat Ramadan, salah satunya menjual paket buka puasa bersama," kata Maulana saat dihubungi CNBC Indonesia, Kamis (5/3/2026).
Namun, Maulana menambahkan paket buka puasa bersama saat ini dinilai kurang menjanjikan sejak adanya efisiensi anggaran yang dilakukan oleh pemerintah.
"Tapi lagi-lagi, acara berbuka puasa itu sebenarnya sebelum adanya efisiensi itu memang target pasarnya tetap di pemerintah. Begitu ada efisiensi ya program itu pun turun, turun drastis," lanjutnya.
Begitu juga untuk korporasi, karena adanya efisiensi anggaran, maka pemesanan paket buka puasa bersama juga turun dari sisi korporasi.
Foto: Ilustrasi Kamar Hotel. (Pixabay)
Ilustrasi Kamar Hotel. (Pixabay)
"Kalau kita menyasar ke korporasi juga kan kalau pemerintah melakukan efisiensi ya mereka juga efisiensi juga sama gitu loh. Jadi impact-nya agak sulit mencari strategi pasar baru ya untuk di Ramadan," ujarnya.
Alhasil, karena strategi tersebut belum efektif menggenjot okupansi hotel saat Ramadan. Pada akhirnya, pengusaha hotel terpaksa mengurangi karyawan sementara saat Ramadan, salah satunya yakni merumahkan sementara karyawan.
"Kita udah banyak mengurangi, sebenarnya mulai dari tahun lalu, supaya mereka bisa bertahan ya. Jadi khususnya karyawan-karyawan yang daily worker itu enggak diserap lagi," ucapnya.
Oleh karena itu, Ia berharap saat Lebaran nanti, okupansi hotel meningkat dan pekerja yang dirumahkan bisa bekerja kembali.
"Tentu juga di lebaran nanti seperti apa, kita kan masih antusias terjadinya lonjakan. Biasanya di situ mungkin ada diserap lagi strateginya untuk menambah daily worker," jelasnya.
Maulana juga memprediksi okupansi bisa meningkat pada hari kedua setelah hari raya Lebaran.
"Berharap okupansi bisa naik setelah Lebaran, terutama 2 hari setelah hari raya, karena biasanya hari itu, masyarakat sudah melakukan wisata," terangnya.
(chd/wur)
Addsource on Google

















































