Efek Manusia Kawin Campur dengan Spesies Lain, Depresi-Gangguan Mental

6 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Dalam sebuah penelitian ditemukan DNA nenek moyang Neanderthal masih tersimpan di otak manusia modern. Hal tersebut dikaitkan dengan kesehatan mental manusia saat ini.

Otak Neanderthal tidak sepenuhnya sama dengan otak manusia saat ini. Ciri khasnya juga berbeda dengan otak Homo sapiens yang bulat.

Penelitian menemukan sekitar 2% genom populasi non-Afrika memiliki DNA tersebut. Artinya, tidak semua materi genetik yang masuk dalam tubuh telah hilang.

Studi yang dikutip IFL Science melakukan analisis pemindaian otak sekitar 40 ribu orang di Inggris. Mereka menghubungkan ratusan sifat neurologis berbeda pada varian genetik milik Neanderthal.

Hasilnya para peneliti menemukan adanya 28 posisi terpisah dari genom, dan ternyata DNA Neanderthal nampaknya mengubah perkembangan neurologis manusia saat ini.

Salah satu yang paling signifikan adalah gen pada kromosom 14 disebut DAAM1. Ini menunjukkan varian Neanderthal yang membentuk 39 ciri morfologis berbeda pada korteks oksipital dan parietal.

Dengan temuan tersebut mengindikasikan sebagian materi genetik yang didapatkan dari hasil perkawinan antar-spesies pada mas prasejarah bermanfaat untuk kesehatan mental manusia modern. Berkat DNA ini, manusia "terlindungi" dari dampak schizophrenia.

Di sisi lain, varian yang sama ditemukan juga terkait dengan gen kromosom 4 atau disebut PRDM5. Hal ini membuat manusia berisiko mengalami depresi berat, kecanduan dan gangguan kepribadian.

Ada juga LC13A3 yang mengganggu struktur materi putih, kemungkinan menyebabkan kondisi leukoensefalopati atau memicu krisis neurologis episodik.

(dem/dem)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |