Dunia Dikepung Kabar Genting Saat Hormuz Memanas, Harga Minyak Terbang

3 hours ago 5
  • Pasar keuangan Indonesia bergerak beragam pada pekan lalu, bursa saham menguat tetapi rupiah melemah
  • Wall Street terbang setelah Selat Hormuz dibuka
  • Meredanya ketegangan di Timur Tengah, kebijakan suku bunga serta data ekonomi dalam negeri akan menjadi penggerak pasar hari ini dan sepekan ke depan

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar keuangan Indonesia bergerak beragam pada perdagangan pekan lalu. Bursa saham menguat sementara rupiah ambles.

Pasar keuangan Indonesia diperkirakan masih volatile pada hari ini dan sepanjang satu pekan ke depan di tengah ketidakpastian geopolitik. Selengkapnya mengenai proyeksi pasar keuangan Indonesia hari ini dan sepekan ke depan bisa dibaca pada halaman 3 artikel ini.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat 2,35% sepanjang perdagangan pekan ini dan ditutup di level 7.634,00 pada Jumat (17/4/2026). Kenaikan indeks ditopang derasnya penguatan saham-saham Grup Barito.

Asing masih mencatat net sell sebesar Rp 2,71 triliun pada pekan lalu, lebih rendah dibandingkan pada pekan sebelumnya yakni di Rp 3,31 triliun.

Dari jajaran penggerak utama indeks, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menjadi kontributor terbesar. Saham tersebut melesat 14,22% dalam sepekan ke level Rp6.625 per saham dan menyumbang 30,44 poin terhadap laju IHSG.

Tak hanya BREN, saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) juga ikut terbang 16,45% ke Rp2.230 per saham dengan kontribusi 17,72 poin. Sementara PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) naik 18,22% ke Rp1.590 dan menopang indeks sebesar 9,80 poin.

Saham lain dalam ekosistem Grup Barito, yakni PT Petrosea Tbk (PTRO), turut menguat 15,35% dan menambah 5,44 poin ke IHSG.

Selain Grup Barito, saham konglomerasi lain juga ikut menopang indeks. PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), bagian dari Grup Bakrie, melesat 48,65% dan menyumbang 8,11 poin. Dari Grup Sinarmas, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) naik 4,5% dengan kontribusi 12,34 poin.

Di tengah reli IHSG, Bursa Efek Indonesia (BEI) juga mencatat ada dua saham yang meroket lebih dari 200% selama pekan lalu.

PT Danasupra Erapacific Tbk (DEFI) menjadi top gainers pekan ini setelah melesat 226% ke level Rp163 per saham.

Posisi kedua ditempati PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) yang terbang 203,10% ke Rp685 per saham.

Reli saham-saham lapis dua dan lapis tiga ini menunjukkan sentimen spekulatif masih kuat di pasar, seiring optimisme investor terhadap pergerakan IHSG yang kembali menanjak.

Di sisi lain, kongomerasi Harry Tanoe justru ambruk. Saham MNC Digital (MSIN) longsor 29,55% menjadi Rp930 per helai dari Rp1.320.

Lonjakan IHSG tidak menular ke rupiah.

Nilai tukar rupiah ditutup tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan terakhir pekan ini, Jumat (17/4/2026).

Merujuk data Refinitiv, rupiah harus mengakhiri perdagangan jelang akhir pekan di zona merah dengan koreksi sebesar 0,32% ke level Rp17.180/US$. Level tersebut menjadi posisi penutupan terlemah rupiah sepanjang masa yang baru. Kondisi ini juga membuat rupiah semakin mendekati level psikologis Rp17.200/US$.

Dalam sepekan, rupiah ambruk 0,55%.

Pelemahan rupiah hari ini terutama dipengaruhi faktor eksternal, khususnya penguatan dolar AS di pasar global yang kembali menekan mata uang negara lain, termasuk rupiah. Tekanan tersebut juga tercermin dari pergerakan mayoritas mata uang Asia yang terpantau melemah terhadap greenback.

"Tekanan terhadap rupiah datang dari hampir semua arah: arus keluar modal di obligasi Indonesia, minimnya amunisi bank sentral, dan fakta bahwa negara ini adalah eksportir energi bersih di tengah situasi geopolitik yang sangat tidak pasti," kata Glenn Yin, direktur riset di broker ACCM, dikutip dari Reuters.

Dari pasar obligasi, imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tidak bergerak di 6,583% selama tiga hari pada pekan lalu.

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Photo View |