Duh! Penjahat Seks Epstein Terima Kain Penutup Kabah Mekkah, Kok Bisa?

3 hours ago 6

Jakarta, CNBC Indonesia - Dokumen-dokumen yang melibatkan penjahat seks dan pelaku pelecehan serta perdagangan anak perempuan di bawah umur, Jeffery Einstein, semakin memanas. Kali ini berkas Eipsten menunjukkan ada potongan kain Kabah dari Mekah, Arab Saudi, yang dikirim ke pria tersebut, melalui kontak di Uni Emirat Arab (UEA).

Mengutip Middle East Monitor (MEMO), data korespondensi merinci bagaimana kain suci Kabah sampai ke Epstein melalui pengusaha wanita UEA. Email menunjukkan pengiriman kontroversial kain suci itu tertanggal Februari dan Maret 2017.

Nama pengusaha tersebut adalah Aziza Al-Ahmadi. Ia bekerja sama dengan seorang pria bernama Abdullah Al-Maari untuk mengatur pengiriman tiga potong kain hitam bersulam emas yang menutupi Kabah, yakni Kiswah.

Kiswah memiliki makna keagamaan yang mendalam bagi umat Muslim di seluruh dunia. Setiap tahun, para pekerja melepas kain tersebut dan menutupi Kaaba dengan kain baru, dengan bagian-bagian dari Kiswah sebelumnya diperlakukan sebagai artefak yang tak ternilai harganya.

"Email dalam berkas menunjukkan barang-barang tersebut dikirim melalui kargo udara dari Arab Saudi ke Florida melalui British Airways, dengan koordinasi yang mencakup faktur, pengaturan bea cukai, dan pengiriman di dalam Amerika Serikat," tulis laman itu, dikutip Senin (2/2/2026).

"Pesan-pesan tersebut menggambarkan tiga bagian terpisah: satu dari dalam Ka'bah, satu dari penutup luar yang digunakan, dan yang ketiga terbuat dari bahan yang sama tetapi tidak digunakan," tambahnya.

Lebih lanjut dikatakan bahwa korespondensi menggambarkan kiswah sebagai "karya seni". Pengiriman tersebut tiba di rumah Epstein.

Dalam satu email, Al-Ahmadi menggarisbawahi signifikansi religius kain tersebut sambil berbicara langsung kepada Epste. Ia menulis "potongan hitam itu disentuh oleh setidaknya 10 juta Muslim dari berbagai denominasi, Sunni, Syiah, dan lainnya".

"Mereka berjalan mengelilingi Ka'bah tujuh putaran, kemudian setiap orang berusaha sebisa mungkin untuk menyentuhnya dan mereka menyimpan doa, harapan, air mata, dan keinginan mereka pada potongan ini. Berharap setelah itu semua doa mereka akan diterima," tambahnya dalam surat.

Surat-menyurat tersebut tidak menjelaskan bagaimana Al Ahmadi mengenal Epstein atau mengapa surat-surat itu dikirim kepadanya. Dalam serangkaian email lain, Al Ahmadi menanyakan kabar Epstein setelah Badai Irma melanda Karibia pada September 2017, ketika pulau pribadinya mengalami kerusakan parah.

Email-email tersebut tidak menunjukkan apakah Al Ahmadi pernah mengunjungi pulau Epstein atau memahami sepenuhnya apa yang terjadi di sana. Dalam pesan lain, asisten Epstein yang sudah lama bekerja dengannya, Lesley Groff, mengirimkan alat uji DNA kepada Al-Ahmadi, namun tidak jelas untuk apa.

Epstein sebenarnya jarang berkomunikasi langsung dengan Al Ahmadi dalam korespondensi tersebut. Perlu diketahui, Eipsten sendiri sudah ditangkap namun gantung diri di penjara AS tahun 2019.

Sementara itu, secara terpisah, sebuah memo FBI yang dirilis pada Jumat malam mengatakan Epstein bekerja sama dengan intelijen AS dan Israel. Epstein, disebut dekat dengan mantan Perdana Menteri Israel, Ehud Barak, dan dilatih sebagai mata-mata di bawahnya.

Sebelumnya, ia juga dekat dengan Presiden AS Donald Trump. Sejumlah nama sosok lain juga diketahui dekat dengannya mulai dari mantan Presiden AS Bill Clinton, pengusaha Bill Gates, hingga Pangeran Andrew dari Inggris.

(sef/sef)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |