Bos Mobil China Ungkap Rencana Besar-Alasan "Tendang" Diler Honda

5 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Pergeseran peta industri otomotif nasional mulai terlihat nyata. Sejumlah diler merek Jepang dikabarkan tutup di berbagai wilayah, membuka ruang bagi pemain baru untuk masuk dan mengambil alih lokasi strategis.

Salah satunya ialah diler Honda Pondok Pinang yang mulai berganti menjadi Jaecoo mulai April ini. Tidak ketinggalan, diler Honda Serpong juga sudah digantikan Chery. Sebagai informasi, Jaecoo dan Chery berasal dari induk usaha yang sama di China, yaitu Chery Holding Group.

Vice Country Director Chery Business Unit Budi Darmawan Jantania mengungkapkan alasan di balik keputusan tersebut.

"Diler Serpong ini kami pilih karena telah memiliki spesifikasi yang sesuai dengan kebutuhan Chery, mulai dari lokasi yang strategis, luas lahan yang besar, dan juga infrastruktur yang sangat layak untuk ragam fasilitas yang akan disematkan oleh Chery," ujarnya kepada CNBC Indonesia, Kamis (16/4/2026).

Langkah ini bukan sekadar ekspansi biasa. Chery melihat perubahan lanskap pasar sebagai peluang untuk mendekatkan diri ke konsumen di kawasan dengan pertumbuhan tinggi.

"Di sisi lain, kawasan Serpong memiliki potensi pasar yang kuat, dengan pertumbuhan kawasan hunian, bisnis, dan aktivitas masyarakat yang terus meningkat. Karena itu, area ini menjadi relevan untuk menjangkau konsumen urban yang membutuhkan kemudahan akses, baik untuk pembelian kendaraan maupun layanan purnajual," lanjutnya.

Dengan memanfaatkan lokasi yang sebelumnya sudah matang secara infrastruktur, Chery bisa bergerak lebih cepat tanpa harus membangun dari nol. Strategi ini sekaligus menjadi cara untuk langsung bersaing di pasar yang sudah terbentuk.

"Melalui kehadiran di lokasi ini, Chery menargetkan konsumen di Serpong dan Tangerang Raya secara lebih luas, sekaligus memperkuat kualitas layanan agar lebih dekat, responsif, dan sesuai dengan kebutuhan pelanggan di kawasan tersebut," jelas Budi.

Tak berhenti di satu titik, ekspansi jaringan menjadi bagian penting dari strategi jangka panjang perusahaan.

"Ke depan, Chery akan terus memperluas jaringan dealernya secara bertahap di berbagai wilayah Indonesia. Secara nasional, Chery menargetkan total sekitar 120 diler hingga akhir 2026, sebagai bagian dari upaya memperkuat akses layanan dan menjangkau lebih banyak konsumen," ungkapnya.

Langkah agresif ini menjadi kontras dengan strategi sebagian pemain lama yang kini lebih selektif dalam mengelola jaringan. Fenomena ini terjadi di tengah tekanan pasar yang semakin berat. Sejumlah agen pemegang merek (APM) melakukan penyesuaian jaringan, dari menutup diler hingga merombak strategi distribusi demi menjaga efisiensi dan kualitas layanan.

PT Honda Prospect Motor (HPM) misalnya, menilai perubahan jaringan sebagai bagian dari dinamika industri. Di tengah kabar penutupan diler, Honda justru menekankan penguatan kualitas layanan ketimbang sekadar ekspansi jumlah jaringan.

"Kami memahami bahwa penyesuaian jaringan diler merupakan bagian dari dinamika industri otomotif yang terus berubah. Bagi Honda, yang terpenting adalah memastikan setiap konsumen tetap mendapatkan layanan yang mudah diakses, cepat, dan dapat diandalkan," ujar Sales & Marketing and After Sales Director HPM Yusak Billy.

Pendekatan ini menandai perubahan strategi di tengah persaingan yang semakin ketat, terutama dengan kehadiran merek-merek China yang agresif menawarkan produk dan teknologi baru.

Di sisi lain, langkah berbeda justru diambil Chery. Alih-alih menahan ekspansi, pabrikan asal China ini malah memanfaatkan momentum dengan masuk ke lokasi-lokasi eks diler Jepang, termasuk di kawasan Serpong.

(dce)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |