Amalia Zahira, CNBC Indonesia
14 April 2026 17:30
Jakarta, CNBC Indonesia - Kebiasaan menabung ternyata sangat berbeda antarnegara. Ada negara yang mampu menyisihkan sebagian besar pendapatannya, tetapi ada juga yang tidak.
Data terbaru dari OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development) menunjukkan adanya kesenjangan besar dalam tingkat tabungan rumah tangga di berbagai negara.
Swedia menduduki peringkat satu dengan rata-rata tingkat tabungan rumah tangganya sebesar 16% selama dua dekade terakhir.
Selain Swedia, posisi-posisi atas peringkat ini didominasi oleh negara-negara eropa lainnya:
Tingkat yang tinggi ini sering dikaitkan dengan faktor struktural seperti sistem pensiun dan populasi yang menua.
Di kelompok menengah, tingkat tabungan rumah tangga terlihat turun cukup tajam. Amerika Serikat, Kanada, dan Inggris hanya mencatat rasio sekitar 5% atau bahkan lebih rendah, jauh tertinggal dibanding negara-negara Eropa dengan tingkat tabungan tinggi.
Tabungan Minus, Alarm Kerentanan Ekonomi Rumah Tangga
Di bagian terbawah peringkat, kondisi berbalik drastis. Di negara seperti Selandia Baru dan Afrika Selatan, rumah tangga justru tidak menabung sama sekali, bahkan pengeluaran mereka lebih besar dari pendapatan.
Tingkat tabungan negatif ini biasanya menunjukkan bahwa masyarakat terpaksa menggunakan tabungan lama atau berutang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mencerminkan tekanan finansial yang signifikan.
Secara lebih luas, negara dengan tingkat tabungan tinggi umumnya memiliki "bantalan" yang lebih kuat untuk menghadapi inflasi, kehilangan pekerjaan, maupun guncangan ekonomi.
Sebaliknya, tingkat tabungan yang rendah atau negatif dapat menjadi sinyal adanya tekanan struktural.
(mae/mae)










































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5452570/original/017450600_1766406793-IMG_2730_1_.jpeg)






