WEF 2026 Masih Berlanjut, Agenda Bilateral Ramaikan Pavilion Indonesia

2 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Perhelatan World Economic Forum (WEF) 2026 masih berlanjut di Davos, Swiss. Dalam ajang tersebut, Pavilion Indonesia diramaikan oleh sejumlah agenda yang mengupas potensi investasi unggulan di Tanah Air.

Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi & Hilirisasi/BKPM, Nurul Ichwan mengatakan, salah satu agenda diskusi yang digelar pada kesempatan kali ini adalah permasalahan tenaga kerja di tengah kemajuan teknologi. Ini mengingat, pesatnya perkembangan teknologi dapat menjadi ancaman sekaligus peluang munculnya pekerjaan baru.

"Sudah didiskusikan dengan sangat menarik sekali dan perwakilannya juga ada yang datang dari Amerika, pembicaranya kemudian ada juga yang dari Mongolia. Tentunya juga tadi Pak Sesmen (Sekretaris Kementerian) menjadi perwakilan dari kita untuk bicara di sana dan ada Ibu Menteri Komunikasi dan Digital kita yang hadir juga sebagai pembicara utama di sana," ujar dia dalam program Closing Bell CNBC Indonesia, Rabu (21/1/2026)

Dia melanjutkan, Pavilion Indonesia juga menggelar diskusi yang membahas soal Danantara. Pasalnya, WEF 2026 menjadi ajang untuk memperkenalkan Danantara sebagai Sovereign Wealth Fund (SWF) terbesar ketujuh di dunia.

Dengan kehadiran Danantara, Indonesia memiliki peran sebagai mitra untuk melaksanakan kegiatan investasi. Hal ini belum pernah terjadi di Indonesia pada periode sebelumnya, sehingga Danantara menjadi dapat menjadi angin segar memunculkan kepercayaan diri bagi Indonesia di mata investor.

"Bahwa ketika kita menawarkan tentang Indonesia sebagai tujuan investasi bukan hanya sekedar peluangnya saja, bukan hanya sekedar kebijakannya saja, tetapi juga dari sisi kapital pun kita sudah mampu untuk bisa membuka partnership dengan mereka," jelasnya.

Selanjutnya, Ichwan bilang, pada kesempatan yang sama juga membahas tentang perbankan yang ada di Indonesia. Dalam hal ini, diwakili oleh BRI dan Bank Mandiri dari Indonesia. Tak hanya itu, terdapat perwakilan dari Amerika yang hadir dalam diskusi tersebut.

"Nah ini menarik sekali, mereka elaborasi tentang bagaimana dukungan sektor funding, financing di Indonesia untuk kegiatan-kegiatan bisnis dan pertanyaannya juga melebar sampai pada tentang property right, tentang bagaimana jaminan pelindungan untuk melakukan kegiatan investasi di Indonesia. Ini menarik, jadi itu yang kita suguhkan di hari pertama dan mudah-mudahan nanti di hari kedua dan seterusnya, antusiasmenya tetap semakin bagus," terang dia.

Di samping itu, Founder Nikshala Group & Education Content Creator, Nikhilesh Dhure mengaku bahwa tahun lalu dirinya mengikuti Pavilion Indonesia dan memiliki pengalaman sangat baik di sana. Ia juga turut menemui perwakilan pemerintah dalam perhelatan tersebut.

"Sejak dua tahun terakhir, saya mencoba untuk masuk ke pasar Indonesia. Saya datang dari latar belakang pendidikan, jadi kami membantu universitas untuk membuka kampus di luar negara dan saya merasakan bahwa Indonesia memiliki banyak yang bisa ditawarkan di hospitality, di bidang medis, di ruang STEM, jadi itulah yang saya cari," tandas dia.

(dpu/dpu)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |