Jakarta, CNBC Indonesia - Malam Lailatul Qadar merupakan salah satu malam paling istimewa dalam bulan Ramadan. Pada malam ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah karena nilainya disebut lebih baik dari seribu bulan.
Hal tersebut sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-Qadr ayat 3 yang menyatakan bahwa Lailatul Qadar lebih baik daripada seribu bulan. Oleh karenanya, banyak umat Islam berusaha mencari malam penuh kemuliaan tersebut dengan meningkatkan ibadah di akhir Ramadan.
Dalam berbagai hadis, waktu pasti terjadinya Lailatul Qadar tidak disebutkan secara jelas. Namun Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk mencarinya pada sepuluh malam terakhir Ramadan, khususnya pada malam-malam ganjil.
Rasulullah SAW bersabda:
"Carilah Lailatul Qadar pada malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadan." (HR Bukhari)
Malam ganjil yang dimaksud biasanya jatuh pada tanggal 21, 23, 25, 27, atau 29 Ramadan.
Ada pula hadis lain yang menyebut malam ke-27 Ramadan sebagai salah satu waktu yang paling sering dikaitkan dengan Lailatul Qadar. "Barang siapa yang ingin mencari malam Lailatul Qadar, hendaklah dicintainya pada malam dua puluh tujuh." (HR. Ahmad)
Perkiraan Waktu Lailatul Qadar 2026
Pemerintah melalui Kementerian Agama telah menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Dengan demikian, malam-malam ganjil pada sepuluh hari terakhir Ramadan yang diperkirakan berpotensi menjadi Lailatul Qadar adalah:
21 Ramadan: Selasa, 10 Maret 2026 malam
23 Ramadan: Kamis, 12 Maret 2026 malam
25 Ramadan: Sabtu, 14 Maret 2026 malam
27 Ramadan: Senin, 16 Maret 2026 malam
29 Ramadan: Rabu, 18 Maret 2026 malam
Meski demikian, kepastian kapan Lailatul Qadar terjadi sepenuhnya berada dalam ketetapan Allah SWT sehingga tidak dapat diketahui secara pasti oleh manusia.
Tanda-tanda Malam Lailatul Qadar
Mengutip detikcom, sejumlah hadis juga menyebutkan beberapa tanda yang diyakini muncul pada malam Lailatul Qadar. Pertama, bulan terlihat bulat dan besar seperti potongan baskom. Kedua, suasana malam terasa tenang, tidak terlalu panas maupun dingin.
Ketiga, pada pagi harinya matahari terbit dengan cahaya lembut yang tidak menyilaukan. Selain itu, malam tersebut juga disebut terasa sangat nyaman dan menenangkan.
Untuk meraih keutamaan Lailatul Qadar, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah. Beberapa amalan yang dianjurkan antara lain:
1. Salat malam (qiyamul lail)
2. Memperbanyak doa, salah satunya doa yang diajarkan Rasulullah: Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni. Artinya: "Ya Allah, Engkau Maha Pengampun, menyukai ampunan, maka ampunilah aku." (HR. Tirmidzi)
3. Memperbanyak dzikir dan istighfar
Rasulullah SAW dikenal meningkatkan kesungguhan ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan, bahkan melakukan i'tikaf di masjid untuk mencari Lailatul Qadar.
Umat Islam juga dianjurkan menjalankan ibadah dengan niat tulus dan penuh harap kepada Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa yang menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni. (HR Bukhari dan Muslim)
Karena waktu pastinya tidak diketahui, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah sepanjang sepuluh malam terakhir Ramadan agar tidak melewatkan malam yang penuh kemuliaan tersebut.
(hsy/hsy)
Addsource on Google

















































