Jakarta, CNBC Indonesia- Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Direktorat Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (P4K) terus mendorong pelaksanaan rehabilitasi kawasan mangrove guna memulihkan ekosistem pesisir dan meningkatkan ekonomi masyarakat
Direktur Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (P3K) KKP, Ahmad Aris mengatakan rehabilitasi ekosistem mangrove yang sepanjang 2025 telah melakukan rehabilitasi mangrove 34 hektare di 2025 dan sepanjang 2020-2025 mencapai 2.112 hektare di 18 provinsi.
Ke depan fokus rehabilitasi mangrove utamanya di NTT guna mendukung Program Strategis Nasional (PSN) Garam di Rote Ndao dengan target 600 hektare.
Dalam upaya meningkatkan keberhasilan rehabilitasi mangrove, KKP mendorong partisipasi masyarakat dan dipastikan layak sosial ekonomi. Selain itu KKP juga mendorong kolaborasi dalam pembiayaan termasuk pemanfaatan program CSR (Corporate Social Responsibility) baik dari BUMN maupun perusahaan swasta dan NGO (Non-Governmental Organization)
Seperti apa upaya rehabilitasi mangrove KKP? Selengkapnya simak dialog Andi Shalini dengan Direktur Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (P3K) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Ahmad Aris dalam Squawk Box CNBC Indonesia (Kamis, 05/03/2026)
Add
source on Google

















































