Jakarta, CNBC Indonesia - Suasana di ibu kota Venezuela, Caracas, dilaporkan sangat tegang. Pemerintah Venezuela kini mengerahkan milisi bersenjata untuk berpatroli di jalan-jalan, mengoperasikan pos pemeriksaan, hingga memeriksa ponsel warga. Langkah drastis ini diambil guna mengonsolidasikan kekuasaan menyusul serangan mendadak Amerika Serikat (AS) yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolás Maduro.
Kelompok paramiliter yang dikenal sebagai colectivos terlihat melintasi ibu kota dengan sepeda motor dan senapan serbu pada Selasa (6/1/2025) waktu setempat. Aksi pamer kekuatan ini dilakukan untuk meredam perbedaan pendapat atau persepsi adanya kekosongan kekuasaan setelah Maduro dibawa ke New York untuk menghadapi dakwaan perdagangan narkoba.
Berdasarkan laporan saksi mata, patroli tersebut menghentikan dan menggeledah mobil serta meminta akses ke ponsel warga. Mereka memeriksa kontak, pesan, dan unggahan media sosial untuk memastikan tidak ada dukungan terhadap serangan AS.
"Ada rasa takut. Ada warga sipil bersenjata di sini. Anda tidak pernah tahu apa yang mungkin terjadi, mereka bisa menyerang orang," ujar Mirelvis Escalona (40), seorang warga di lingkungan Catia, Caracas barat, dilansir The Guardian.
Pemerintah telah mengeluarkan dekret darurat untuk menghentikan perayaan publik atas penggulingan Maduro. Polisi dan milisi diperintahkan untuk menahan siapa pun yang terlibat dalam promosi atau dukungan terhadap "serangan bersenjata oleh Amerika Serikat."
Presiden Interim Venezuela, Delcy Rodriguez, yang baru dilantik pada Senin, berupaya menunjukkan kesan tenang dan terkendali. Namun, nada bicaranya mulai mengeras terhadap Washington.
"Tidak ada agen eksternal yang memerintah Venezuela," tegas Rodriguez dalam pidato televisi, membalas klaim Donald Trump bahwa AS kini mengendalikan negara Amerika Selatan tersebut.
Padahal sebelumnya, Rodriguez sempat mengeluarkan pernyataan damai yang mengajak pemerintah AS untuk bekerja sama dalam agenda kerja sama. Ketegangan ini mencerminkan kegugupan internal rezim dalam menghadapi risiko serangan AS berikutnya, keruntuhan ekonomi, hingga potensi perpecahan di dalam pemerintahan.
Di tengah kekacauan ini, pemimpin oposisi María Corina Machado yang sedang berada di luar negeri menyatakan niatnya untuk segera kembali ke Venezuela guna memimpin transisi demokrasi.
Namun, posisi Machado justru dipinggirkan oleh Donald Trump. Trump secara terbuka meremehkan Machado dengan menyebutnya kurang mendapat dukungan di dalam negeri. Sebaliknya, Trump secara diam-diam tampak mendukung kelanjutan pemerintahan chavista di bawah Delcy Rodriguez, dengan syarat ketat: memenuhi tuntutan AS, termasuk akses istimewa bagi perusahaan minyak Amerika.
Kondisi Mencekam
Kondisi di lapangan tetap tidak menentu. Penembakan sempat pecah pada Senin malam ketika pasukan keamanan menembaki drone yang dikira sebagai operasi AS susulan. Selain itu, setidaknya 14 jurnalis sempat ditahan sebelum akhirnya dibebaskan.
Bagi para menteri senior seperti Diosdado Cabello yang juga menghadapi tuduhan narkoba di AS, situasi ini bukan sekadar masalah kekuasaan, melainkan kebebasan mereka.
Sementara itu, warga sipil seperti Jeaneth Fuentes, seorang dokter di Caracas, mengaku kini hanya berani keluar rumah untuk bekerja dan harus kembali sebelum jam 6 sore.
"Ini menakutkan, mengerikan. Saya tidak bisa membuat rencana, saya hidup menit demi menit," pungkasnya.
(tps/luc)
[Gambas:Video CNBC]



































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344964/original/048860200_1757498043-SnapInsta.to_542925017_18507421732067559_5151871554777586503_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5350528/original/058840100_1758002233-photo-grid__93_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5353128/original/096377000_1758167792-photo-grid__95_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5352375/original/018166900_1758096944-WhatsApp_Image_2025-09-17_at_15.07.23.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347495/original/050755300_1757673613-IMG_7380.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5352910/original/076610600_1758157369-IMG_7577.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5351851/original/048738800_1758086062-IMG_7555_1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5351417/original/068951900_1758045608-BFA_51324_7384772__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5349668/original/049756000_1757926989-IMG_7480.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5350266/original/076491700_1757995157-SnapInsta.to_546540053_18524968894063594_7931903442728004517_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354481/original/000131800_1758254048-SnapInsta.to_550532843_18532039702063856_4593156665303489875_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5350396/original/089267200_1757998579-Screen_Shot_2025-09-16_at_11.34.09.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5352847/original/059678300_1758127754-SnapInsta.to_550681319_18534580750024000_3481964716293738466_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5351516/original/078179700_1758076746-SnapInsta.to_545099312_18521447413061924_5418179117334395922_n.jpg)