Thrifting Pasar Senen Masih Diserbu Orang RI, Ini Alasan Sebenarnya

3 hours ago 7

Jakarta, CNBC Indonesia - Sentra pakaian bekas atau thrifting di Pasar Senen, Jakarta Pusat terpantau ramai didatangi pengunjung. Demikian terlihat saat CNBC Indonesia mendatangi lokasi ini, Senin (11/5/2026). Tampak keramaian di lantai 2, tempat penjual baju-baju bekas alias thrifting berada.

Terlihat pengunjung ramai di toko-toko, terutama penjual pakaian wanita, yang menjual pakaian bekas seperti kemeja, blazer, dan celana panjang. 

Gery, pedagang pakaian bekas yang ditemui CNBC Indonesia mengungkapkan, pengunjung masih banyak mendatangi tokonya, ada yang hanya melihat-lihat, ada juga yang lanjut  membeli. 

"Hitungannya masih ramai, cuma enggak seramai beberapa hari sebelum Lebaran ya, mungkin karena masih tanggal muda," kata Gery.

Kata dia, calon pembeli kemungkinan penasaran karena harga barang.

"Mungkin karena juga murah, jadi masih banyak yang penasaran, harganya di sini saja Rp25.000, sudah bisa dapat baju berkualitas, meski bekas," terangnya.

Ungkapan pedagang pun dibenarkan oleh pembeli. Seperti Riri. Dia mengungkapkan sering ke sentra pakaian bekas di Pasar Senen karena harganya yang terjangkau bisa mendapatkan pakaian yang cukup berkualitas.

"Sering termasuknya ke sini, ya karena menarik aja, karena murah juga sih, kemeja seharga Rp30.000, tapi sudah dapat yang impor," kata Riri.

Riri mengaku setiap dua bulan sekali, selalu datang untuk mencari pakaian 'baru' yang datang dari luar negeri. Hal ini dilakukannya karena sensasi memburu pakaian impornya.

"Murah sih relatif ya, tapi keunikannya itu, biasanya di Indonesia enggak ada yang jual, di sini ada yang jual, karena dari Jepang dan Korea Selatan," lanjutnya.

Hal senada diungkapkan pembeli lainnya, Nika.

"Di beberapa media sosial, ada yang review thrifting di Pasar Senen. Pas saya lihat, kok pakaiannya bagus-bagus ya, setelah itu saya coba ke sana (Pasar Senen), memang ada yang bagus, ada yang biasa saja. Nah yang bagus ini, sudah harganya menarik, kualitasnya apalagi," kata Nika.

Menurutnya, berburu pakaian bekas di Pasar Senen bukan sekadar berbelanja. Tapi jadi pengalaman menarik, mencari pakaian yang unik.

"Di Indonesia biasanya yang baru enggak ada. Ada pun harganya mahal banget. Di sini (Pasar Senen) malah murah banget, seperti jaket musim dingin. Mungkin kalau di mal-mal bisa hampir sejuta, paling mahal sepertinya Rp200.000, ya. Pokoknya enggak ada setengah juta," ujar Nika.

Sebagai informasi, aturan atas impor pakaian jadi yang berlaku adalah Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No 17/2025 tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor Tekstil dan Produk Tekstil yang berlaku sejak 29 Agustus 2025. Aturan ini memuat pengendalian impor atas tekstil dan produk tekstil (TPT) sesuai peruntukannya.

Sentra pakaian bekas atau thrifting di Pasar Senen, Jakarta Pusat, Senin (11/5/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)Foto: Sentra pakaian bekas atau thrifting di Pasar Senen, Jakarta Pusat, Senin (11/5/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)

(dce)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |