Rupiah Loyo, Bank Asing Sudah Jual Dolar AS Harga Segini

4 hours ago 8

Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar mata yang Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah makin dalam jelang akhir pekan ini, pada Jumat (10/4/2026). Berdasarkan data Refinitiv, hingga pukul 09.47 WIB, mata uang Garuda terdepresiasi 0,18% ke level Rp17.110/US$. Rupiah bahkan sempat menyentuh Rp17.115/US$, yang menjadi level terlemah baru sepanjang masa secara intraday.

Pelemahan ini membalikkan kondisi pada awal perdagangan. Saat pembukaan, rupiah sempat menguat 0,09% ke level Rp17.065/US$, namun kemudian berbalik arah dan terus tertekan.

Mengutip data nilai tukar di laman resmi perusahaan, Bank MUFG Cabang Jakarta telah menjual US$ 1 di harga Rp 17.350 dan menawarkan membeli dolar AS di harga Rp 16.750 dengan spread margin Rp 600.

Sementara itu sejumlah bank asing lain juga mematok harga dolar yang relatif tinggi. Bank asing asal Inggris, Bank HSBC Indonesia, menjual dolar di harga Rp 17.305 dan membeli di harga Rp 16.855 dengan spread margin Rp 450.

Bank DBS menjual dolar di harga Rp 16.923 dan membeli di harga Rp 16.583 atau spread margin Rp 340. UOB diketahui menjual dolar di harga Rp 16.909 dan membeli Rp 16.391 dan memiliki spread margin Rp 518.

Adapun bank asing yang menjual dolar dengan harga lebih murah adalah OCBC dan JTrust. OCBC menjual dolar di harga Rp 17.215, membeli di harga Rp 16.938 dengan spread margin Rp 277. JTrust menjual di harga Rp 17.154 dan membeli di harga Rp 17.035 atau dengan spread margin Rp 119.

Adapun bank BUMN dan bank swasta nasional menawarkan harga jual yang lebih kompetitif dari mayoritas bank asing.

BRI diketahui menjual dolar di harga Rp 17.125, membeli di harga Rp 17.098 dengan spread margin Rp 27. BNI diketahui menjual dolar di harga Rp 17.114, membeli di harga Rp 17.094 dengan spread margin Rp 90. Bank Mandiri menjual dolar di harga Rp 17.105, membeli di harga Rp 17.075 dengan spread margin Rp 30.

(fsd/fsd) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |