Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah memastikan tarif ekspor produk Indonesia ke Amerika Serikat tidak lagi berada di level 19% seperti yang sebelumnya disepakati dalam perundingan dagang bilateral.
Indonesia kini mendapat besaran tarif 15%. Perubahan ini terjadi setelah Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan kebijakan tarif resiprokal yang sebelumnya diberlakukan Presiden Donald Trump. Lantas, apakah tarif 15% ini masih bisa turun lagi?
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan tarif 15% hanya berlaku hingga 150 hari. Sesudah itu, Airlangga mengatakan pemerintah harus melihat ulang.
"Global tarifnya 15% sampai 150 hari, sesudah itu nanti kita lihat," kata Airlangga, Rabu (4/3/2026).
Namun demikian, Airlangga menegaskan Indonesia sudah mendapatkan pembebasan tarif atau 0% untuk 1.819 barang ekspor, termasuk tekstil, semikonduktor dan kelapa sawit, kakao serta hasil pertanian lainnya.
Hal tersebut akan memberikan manfaat nyata bagi lebih dari 4 juta pekerja pada sektor terkait.
(haa/haa)
Addsource on Google
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5455267/original/021553200_1766643113-IMG_2828_1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469088/original/050162300_1768056820-photo-grid_-_2026-01-10T214641.503.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5456364/original/038814500_1766846753-IMG_2860_1_.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5456969/original/021534900_1766982759-photo-grid_-_2025-12-29T112228.091.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468304/original/037132200_1767946563-SnapInsta.to_610749735_18549996940061415_8535549228643964214_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457851/original/077752400_1767061479-IMG_2967_1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470160/original/093473700_1768198487-Web_Photo_Editor__7_.jpg)