RI Bakal Alihkan Impor Minyak ke AS, Tapi Pengiriman Jadi Lebih Lama

4 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan, bahwa pihaknya akan menggeser impor minyak yang berasal dari timur tengah ke Amerika Serikat (AS). Adapun Impor minyak dari middle east atau Timur Tengah sebanyak 25% secara nasional.

Bahlil mengatakan, sekalipun Selat Hormuz ditutup, pemerintah akan mengalihkan 25% impor minyak tersebut ke AS, meskipun jarak ditempuh membutuhkan waktu hingga 40 hari.

"Kenapa harus Amerika? Karena mereka yang mempunyai volume minyak yang lebih, yang bisa kita lakukan. Pasti ada banyak pertanyaan, loh di Amerika kan 40 hari, di Middle East kan hanya 2 sampai 3 minggu. Benar. Jaraknya itu benar, akan lebih lama. Tetapi, kita melakukan pesan jangka panjang secara di awal. Supaya metode penyaluran logistiknya bisa kita atur," terang Bahlil dalam Podcast Abuleke Kementerian ESDM, dikutip Kamis (12/3/2026).

Hal ini terbukti pada saat Indonesia juga mengalihkan impor Liquefied Petroleum Gas (LPG) dari Timur Tengah ke AS. Sebelumnya memang impor LPG RI dari Timur Tengah mayoritas, namun sekarang dialihkan ke AS menjadi 70%.

"Jadi nggak perlu harus ada rasa cemas, nggak perlu. Pemerintah itu, mohon maaf atas perintah Bapak Presiden Prabowo, kami itu nggak tidur. Mencari akses terus, mencari jalan terus. Ya di samping kita puasa, kita nggak tidur, badan turun nih. Mikirin BBM nasional itu bukan cara berpikir abuleke," tandas Bahlil.

(pgr/pgr)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |