Respons Terbaru Netanyahu soal Perang Libatkan AS-Iran, Ada Kejutan?

7 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menegaskan negaranya tengah bersiap menghadapi potensi konflik langsung dengan Iran. Hal ini ia sampaikan di tengah meningkatnya tensi kawasan yang turut melibatkan Amerika Serikat (AS), termasuk di jalur strategis Selat Hormuz.

Dalam pertemuan dengan para komandan militer senior, Netanyahu menyampaikan bahwa Israel akan tetap melanjutkan operasi militernya sekaligus memperkuat posisi menghadapi ancaman regional.

"Iran akan keluar dari kampanye ini dalam kondisi lebih lemah, sementara Israel akan menjadi jauh lebih kuat," ujar Netanyahu, seperti dilansir Channel 14, dikutip Selasa (5/5/2026).

Pernyataan ini muncul saat ketegangan geopolitik meningkat, terutama setelah eskalasi hubungan AS-Israel dengan Iran yang berpotensi berdampak pada stabilitas jalur distribusi energi global di Selat Hormuz.

Meski demikian, Netanyahu menepis anggapan bahwa rezim Iran akan runtuh dalam waktu cepat jika konflik pecah. Ia menilai tidak ada jaminan terkait hal tersebut, meskipun tekanan ekonomi berat yang saat ini dihadapi Teheran bisa memicu ketidakstabilan internal.

"Iran sangat khawatir bahwa tekanan ekonomi yang berkelanjutan dapat mengancam stabilitas rezim," katanya, merujuk pada gelombang protes yang sempat terjadi pasca-operasi militer sebelumnya.

Terkait program nuklir Iran, Netanyahu juga menyinggung pandangan Presiden AS Donald Trump yang disebut memiliki "keyakinan besar" bahwa tekanan ekonomi intensif dapat memaksa Iran membuka akses terhadap bahan nuklir yang selama ini disimpan di fasilitas bawah tanah.

Di sisi lain, Netanyahu memastikan operasi militer di Gaza akan terus berlanjut. Ia menegaskan Israel tidak akan mundur dari target utama, yakni melumpuhkan kemampuan militer dan struktur pemerintahan Hamas.

Saat ini, menurutnya, pasukan Israel telah menguasai lebih dari 50% wilayah Jalur Gaza melalui pembentukan zona keamanan. Hal ini memungkinkan akses operasi ke hampir seluruh wilayah serta mempercepat penghancuran infrastruktur yang disebutnya sebagai "infrastruktur teroris".

(tfa/luc)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |