Media China Sorot Menhan Jepang ke Indonesia, Katakan Ini

6 hours ago 6

Jakarta, CNBC Indonesia - Kunjungan Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi ke Indonesia menjadi perhatian media China. Lawatan ini dinilai membawa misi strategis Tokyo dalam memperkuat kerja sama pertahanan di Asia Tenggara di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.

Mengutip laporan South China Morning Post (SCMP), Koizumi tiba di Jakarta untuk menandatangani pakta kerja sama pertahanan dengan Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin.

Kesepakatan tersebut mencakup bantuan kemanusiaan, penanggulangan bencana, latihan militer bersama, hingga kerja sama maritim. Ia kemudian dijadwalkan melanjutkan kunjungan ke Filipina, di mana Jepang juga meningkatkan keterlibatan militernya.

Langkah ini tidak lepas dari kebijakan baru Jepang yang mencabut larangan ekspor senjata mematikan, membuka peluang transfer alutsista ke 17 mitra pertahanan, termasuk Indonesia.

Para analis menilai agenda kunjungan tersebut secara tidak langsung mengarah pada upaya memperkuat posisi negara-negara Asia Tenggara dalam menghadapi tekanan maritim dari China.

"Memberdayakan negara-negara Asia Tenggara akan meningkatkan daya tawar diplomatik mereka terhadap China dalam sengketa maritim," ujar Yoichiro Sato, profesor studi keamanan di Jepang.

Kerja sama ini juga berpotensi berlanjut ke proyek pengadaan alutsista bernilai besar. Indonesia disebut tengah mempertimbangkan pembelian hingga delapan fregat kelas Mogami dengan nilai sekitar US$2,2 miliar atau setara Rp37,4 triliun.

Selain itu, opsi akuisisi kapal selam bekas Jepang juga masih dalam tahap negosiasi. Juru bicara Kementerian Pertahanan RI Rico Ricardo Sirait menyatakan bahwa kesepakatan ini membuka peluang kerja sama lebih luas dalam peralatan dan teknologi pertahanan.

Di tengah rivalitas antara Amerika Serikat dan China, Jepang dinilai berupaya memposisikan diri sebagai alternatif bagi negara-negara Asia Tenggara yang ingin menjaga keseimbangan geopolitik.

"Asia Tenggara sedang mencari mitra yang dapat diandalkan," kata Alfin Febrian Basundoro, dosen hubungan internasional di Universitas Airlangga Indonesia. Ia menilai Jepang ingin menjadi penyedia keamanan alternatif tanpa memaksa negara kawasan mengambil posisi ekstrem.

Meski demikian, kerja sama ini tetap berpotensi memicu respons dari Beijing. Alfin memperkirakan reaksi China terhadap Indonesia akan cenderung terukur dan lebih banyak disalurkan melalui jalur diplomatik, sejalan dengan posisi non-blok Indonesia. Namun situasi berbeda berpotensi terjadi di Filipina yang memiliki sengketa langsung dengan China di Laut China Selatan.

Analis pertahanan V.K. Parada menilai transfer kapal militer Jepang ke Filipina dapat menjadi "polis asuransi terhadap agresi China". Ia menambahkan, kerja sama pertahanan antara negara-negara yang memiliki sengketa dengan China secara alami akan memicu kritik dari Beijing.

Kunjungan Koizumi ini sekaligus menandai pergeseran kebijakan Jepang yang semakin aktif dalam sektor pertahanan, serta menegaskan posisi Asia Tenggara sebagai kawasan kunci dalam dinamika persaingan kekuatan besar global.

(tfa/luc)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |